EUR/JPY Tergelincir saat Kekhawatiran Intervensi Mendongkrak Yen, Sementara Inflasi Zona Euro Tetap Tinggi di Tengah Pertumbuhan yang Lemah

    by VT Markets
    /
    May 6, 2026

    EUR/JPY diperdagangkan di dekat 183,50 pada Rabu, turun 0,61%, seiring naiknya permintaan Yen karena kekhawatiran adanya aksi pemerintah Jepang di pasar mata uang. Kewaspadaan meningkat setelah data Bank of Japan mengindikasikan Kementerian Keuangan mungkin telah memakai sekitar ¥5,48 triliun (hampir US$35 miliar) untuk menopang Yen setelah USD/JPY menembus 160,00.

    Sejumlah analis juga mengaitkan penurunan terbaru USD/JPY dengan kemungkinan intervensi lain yang tidak diumumkan. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan Tokyo siap mengambil “langkah tegas” terhadap pergerakan valas yang bersifat spekulatif, sesuai kesepakatan dengan AS yang ditandatangani tahun lalu.

    Risiko Intervensi Yen Kembali Muncul

    Mantan pejabat Jepang mengatakan aksi lanjutan bisa terjadi selama libur Golden Week. Namun pasar masih belum mendapat konfirmasi resmi atas dugaan intervensi terbaru, sehingga dorongan penguatan Yen menjadi terbatas.

    Di Zona Euro, Eurostat melaporkan inflasi Indeks Harga Produsen (PPI, ukuran perubahan harga di tingkat pabrik/gerbang produsen) sebesar 2,1% (year-on-year/tahunan) pada Maret, berbalik dari penurunan 3% sebelumnya dan lebih tinggi dari perkiraan. Secara bulanan (month-on-month), PPI naik 3,4%, kenaikan terbesar dalam hampir empat tahun.

    Angka final HCOB Services PMI (indeks manajer pembelian sektor jasa, indikator aktivitas bisnis; di bawah 50 berarti kontraksi) direvisi menjadi 47,6 pada April dari 47,4, sementara Composite PMI (gabungan manufaktur dan jasa) berada di 48,8—keduanya di bawah 50. Presiden Bundesbank Joachim Nagel mengatakan kenaikan suku bunga pada Juni masih mungkin terjadi jika prospek inflasi tidak membaik dengan cepat.

    Posisi Opsi untuk Risiko Dua Arah

    Kondisi ini menunjukkan pelaku pasar perlu mempertimbangkan perlindungan terhadap penurunan cepat EUR/JPY. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan gejolak harga yang “tercermin” dalam harga opsi) tenor satu bulan pada pasangan ini naik ke 11,8%, mencerminkan kegelisahan pasar atas potensi aksi resmi Tokyo. Membeli opsi call JPY (kontrak yang memberi hak membeli JPY di harga tertentu, sehingga diuntungkan bila JPY menguat) atau opsi put EUR/JPY (hak menjual EUR/JPY di harga tertentu, sehingga diuntungkan bila EUR/JPY turun) dapat menjadi langkah yang lebih berhati-hati untuk mengantisipasi pergerakan tajam seperti tahun lalu.

    Di sisi euro, dilema yang terlihat pada 2025 masih berlanjut. Data inflasi terbaru Zona Euro untuk April 2026 tercatat 2,4%, masih di atas target ECB dan membuat pembahasan kenaikan suku bunga tetap terbuka. Namun, ini terjadi saat Composite PMI terbaru kawasan berada di level lemah 49,2, menandakan perlambatan ekonomi yang berlanjut.

    Bentrokan antara inflasi yang sulit turun dan pertumbuhan yang lemah membatasi ruang kenaikan euro. Bank Sentral Eropa (ECB) cenderung enggan mengetatkan kebijakan secara agresif saat ekonomi melemah. Karena itu, menjual opsi call EUR/JPY out-of-the-money (opsi call dengan harga pelaksanaan di atas harga pasar saat ini; biasanya bertujuan menerima premi) bisa menjadi strategi untuk mengantongi premi (fee yang diterima penjual opsi), sambil bertaruh potensi kenaikan pasangan ini terbatas oleh risiko ekonomi Zona Euro dan ancaman intervensi Jepang.

    Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code