Wall Street Menguat karena Harapan Kesepakatan AS-Iran saat Harga Minyak Merosot dan Saham Chip Melonjak

    by VT Markets
    /
    May 6, 2026

    Saham AS naik pada Rabu, seiring pasar merespons laporan kemajuan menuju kesepakatan AS-Iran yang lebih luas. Dow Jones Industrial Average (indeks saham berisi 30 perusahaan besar AS) naik sekitar 540 poin dan ditutup di atas 49.800 setelah sempat mendekati 50.000 saat perdagangan berlangsung, sementara S&P 500 (indeks 500 saham berkapitalisasi besar) bertambah 1,1% dan Nasdaq Composite (indeks saham yang didominasi perusahaan teknologi) naik 1,5% didorong penguatan saham semikonduktor (produsen chip untuk komputer, ponsel, dan pusat data).

    Axios melaporkan AS dan Iran mendekati kesepakatan yang bisa mencakup moratorium (penghentian sementara) pengayaan nuklir Iran (proses meningkatkan kadar bahan nuklir). Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan kepada CNBC bahwa Iran sedang meninjau usulan AS, meski Presiden Donald Trump kemudian menyebut kesepakatan itu “asumsi besar” dan memperingatkan serangan akan kembali “dengan level dan intensitas jauh lebih tinggi” jika pembicaraan gagal.

    Harga Minyak dan Risiko Geopolitik

    Harga minyak turun karena risiko di sekitar Selat Hormuz (jalur pelayaran penting pengiriman minyak) dinilai mereda. Kontrak berjangka WTI (minyak acuan AS untuk pengiriman di masa depan) turun 5% dan diperdagangkan di atas US$96 per barel, sedangkan Brent (minyak acuan global) turun 5% dan diperdagangkan di atas US$103, setelah Trump mengatakan ia menghentikan sementara “Project Freedom” untuk mengawal pengiriman.

    AMD melonjak 15% setelah melampaui perkiraan kuartal I (Q1) dan memberikan proyeksi kuartal II (Q2) yang positif. VanEck Semiconductor ETF (produk investasi yang mengikuti indeks saham semikonduktor) naik 3% dan Intel menguat hampir 2%.

    ADP (laporan data ketenagakerjaan sektor swasta) melaporkan pertumbuhan pekerjaan April 109 ribu, di atas konsensus 99 ribu, setelah data Maret direvisi menjadi 61 ribu, menjelang konsensus NFP Jumat sebesar 60 ribu. NFP (Nonfarm Payrolls, data resmi penambahan tenaga kerja AS di luar sektor pertanian) menjadi acuan utama pasar. Komentar The Fed (bank sentral AS) disebut hawkish (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menekan inflasi), termasuk Alberto Musalem di 7,0 versus rata-rata 6,0, dengan imbal hasil Treasury (yield obligasi pemerintah AS) tetap kuat.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code