Indikator BNY iFlow Carry melemah seiring investor mengurangi kepemilikan mata uang EM berimbal hasil tinggi di tengah sinyal pemangkasan suku bunga

    by VT Markets
    /
    May 7, 2026

    BNY melaporkan bahwa indeks iFlow Carry sempat masuk ke zona signifikansi statistik negatif (artinya pergerakannya cukup kuat secara data, bukan sekadar kebetulan) selama satu sesi pada pekan lalu. Pergerakan ini mencerminkan hubungan yang berlawanan arah antara aksi jual mata uang dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun, pada negara yang datanya tersedia.

    Sepanjang sepekan terakhir, sembilan dari 15 mata uang berimbal hasil tinggi (high-yield, yakni mata uang negara dengan suku bunga relatif tinggi sehingga menarik untuk strategi “carry”) tercatat dijual bersih. Aksi jual terjadi di semua kawasan dan tidak bergantung pada kondisi kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal.

    Carry Trade Kehilangan Momentum

    BNY hanya mencatat satu mata uang yang dijual kuat: peso Kolombia (COP), dengan besaran arus transaksi (flow magnitude, ukuran intensitas arus beli/jual) di atas 1,0 untuk pekan tersebut. Arus ini disebut sebagai pengurangan posisi atau ambil untung ringan (profit-taking, menjual untuk mengunci keuntungan) setelah periode ketahanan carry di tengah volatilitas tajam dan kondisi neraca pembayaran yang sulit (balance of payments, catatan arus masuk-keluar devisa suatu negara).

    Bank-bank sentral yang sedang menggelar rapat saat ini disebut memberi sinyal melemahnya permintaan dan peluang penurunan suku bunga ketika kondisi memungkinkan. Catatan tersebut juga menyoroti risiko bahwa pasar dapat mengalihkan fokus ke dukungan pertumbuhan ekonomi dan suku bunga nominal yang lebih rendah.

    BNY menyebut negara berkembang (emerging markets) menanggung porsi terbesar posisi carry dan memperingatkan bahwa ambil untung pada posisi beli (long positions, posisi yang diuntungkan jika harga naik) dapat makin cepat jika ekspektasi perubahan kebijakan pada paruh kedua tahun menguat. BNY menambahkan, indikator iFlow Carry belum menunjukkan periode panjang signifikansi statistik negatif sepanjang tahun ini.

    BNY mencatat dua episode serupa tahun lalu, yang dikaitkan dengan tarif “liberation day” pada kuartal II dan valuasi terkait AI (kecerdasan buatan) pada kuartal IV. BNY menyebut itu sebagai fase serupa yang terjadi sejak 2022–2023.

    Manajemen Risiko untuk Posisi Carry

    Ada tanda jelas bahwa carry trade—strategi meminjam dalam mata uang bersuku bunga rendah lalu membeli aset/mata uang bersuku bunga tinggi untuk mengantongi selisih bunga—mulai kehilangan tenaga. Indeks iFlow Carry baru-baru ini menunjukkan hubungan terbalik yang kuat, artinya investor aktif menjual mata uang berimbal hasil tinggi untuk mengunci keuntungan. Ini perubahan besar setelah periode yang cukup tahan banting, dengan sembilan dari 15 mata uang utama tertekan jual sepanjang sepekan terakhir.

    Ambil untung ringan ini tampaknya melebar dan perlu dicermati. Indeks Mata Uang Negara Berkembang JPMorgan (JPMorgan Emerging Markets Currency Index) yang sempat menguat di awal tahun, cenderung mendatar selama sebulan terakhir, menandakan kehati-hatian investor yang meningkat. Peso Kolombia menjadi sasaran jual yang menonjol, yang bisa menjadi sinyal awal bagi mata uang berimbal hasil tinggi lainnya.

    Pendorong utama perubahan ini adalah pergeseran bahasa bank sentral global. Mereka mulai terbuka menyampaikan kekhawatiran atas melemahnya permintaan ekonomi, dengan data PMI manufaktur (Purchasing Managers’ Index, survei aktivitas bisnis; di bawah 50 berarti aktivitas menyusut) dari negara seperti Brasil dan Afrika Selatan turun di bawah ambang 50 poin. Ini berarti peluang penurunan suku bunga mulai terlihat pada paruh kedua tahun ini.

    Untuk posisi derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures yang nilainya mengikuti aset dasar), kondisi ini menuntut manajemen risiko segera. Perlu mempertimbangkan pembelian opsi jual (put options, hak untuk menjual pada harga tertentu sebagai pelindung saat harga turun) pada mata uang berimbal hasil tinggi yang paling rentan atau pada ETF pasar negara berkembang (Exchange Traded Fund, reksa dana yang diperdagangkan di bursa) untuk melindungi eksposur beli yang ada. Kenaikan volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) akan membuat premi opsi lebih mahal, tetapi itu biaya perlindungan agar tidak terpukul saat terjadi pembalikan cepat.

    Risiko utamanya, pasar tidak menunggu bank sentral benar-benar bertindak, sehingga ambil untung bisa meningkat sangat cepat. Meski pasar futures (kontrak berjangka) menunjukkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed mundur, tekanan jual di pasar negara berkembang bisa terjadi terpisah ketika investor serempak keluar. Karena itu, perlu menurunkan leverage (penggunaan utang untuk memperbesar posisi) pada posisi carry trade.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code