Output Industri Jerman Maret Turun saat Surplus Perdagangan Menyempit, Picu Revisi Turun PDB dan Tekanan pada Euro

    by VT Markets
    /
    May 8, 2026

    Produksi industri Jerman turun 0,7% secara bulanan (month on month) pada Maret, dan penurunan Februari direvisi lebih dalam. Output kuartal I lebih dari 1% lebih rendah dibanding kuartal IV 2025.

    Penurunan Maret terutama dipicu turunnya output manufaktur (kegiatan produksi di pabrik). Aktivitas konstruksi naik pada Maret.

    Germany Trade And Output Signals

    Pertumbuhan ekspor melambat menjadi 0,5% secara bulanan pada Maret, turun dari 4,7% pada Februari. Surplus perdagangan (selisih ketika nilai ekspor lebih besar dari impor) menyempit pada Maret.

    Dengan output industri kuartalan turun dan surplus perdagangan menyusut, risiko revisi turun terhadap estimasi awal pertumbuhan PDB (GDP: total nilai barang dan jasa yang dihasilkan) kuartal I meningkat. Perang di Timur Tengah dan kenaikan harga energi dikaitkan dengan data yang melemah.

    Produksi industri setidaknya perlu tumbuh 1% pada kuartal II agar kembali positif. Harga energi terus naik pada April, disertai risiko lebih besar gangguan rantai pasok (supply chain: aliran pasokan bahan baku hingga barang jadi).

    Market Implications For The Eurozone

    Kelemahan ekonomi Jerman, sebagai inti Zona Euro, memberi tekanan besar pada mata uang euro. Nilai tukar EUR/USD sudah beberapa kali menguji level dukungan 1,05 (support: area harga yang sering menahan penurunan) dalam sebulan terakhir saat investor memilih dolar yang dianggap lebih aman. Karena itu, peluang dapat muncul dari posisi jual euro (short: mendapat untung jika harga turun), dengan harapan penurunan berlanjut.

    Lonjakan biaya energi menjadi pendorong utama, dengan kontrak berjangka (futures: kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada waktu mendatang) gas alam Eropa melonjak lebih dari 30% pada April ke sekitar €55 per megawatt-jam. Situasi serupa terjadi pada 2022, ketika harga energi tinggi memicu pelemahan manufaktur Jerman yang berkepanjangan. Ini menunjukkan penurunan bisa lebih dalam dan lebih lama dari perkiraan banyak pihak.

    Gabungan perlambatan pertumbuhan dan inflasi yang didorong energi meningkatkan ketidakpastian pasar. Bank Sentral Eropa (ECB) terjepit antara menekan inflasi dan menopang ekonomi yang melemah. Membeli opsi volatilitas (volatility options: instrumen untuk melindungi/berspekulasi atas naik-turunnya pasar), seperti pada indeks VSTOXX (ukur ketakutan/volatilitas pasar saham Eropa) yang naik 15% dalam 30 hari terakhir, dapat menjadi strategi lindung nilai (hedge: mengurangi risiko) terhadap pergerakan pasar yang sulit diprediksi.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code