Indeks Harga Upah (Wage Price Index/WPI, ukuran resmi pertumbuhan upah) Australia naik 3,3% secara tahunan (year-on-year/yoy, dibanding periode yang sama tahun lalu) pada kuartal I. Angka ini sesuai dengan perkiraan 3,3%.
Rilis tersebut menunjukkan pertumbuhan upah tahunan tetap di 3,3% pada kuartal I. Tidak ada angka lain dalam pembaruan ini.
Pertumbuhan Upah Menguatkan RBA Tetap Menahan Suku Bunga
Data WPI kuartal I tepat sesuai ekspektasi di 3,3%, sehingga tidak memicu kejutan pasar dalam waktu dekat. Ini kami nilai sebagai konfirmasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA, bank sentral Australia) akan tetap “hold” atau menahan suku bunga. Angka ini tidak cukup tinggi untuk membenarkan kenaikan suku bunga, tetapi juga tidak cukup rendah untuk memberi sinyal penurunan suku bunga. Kondisi yang lebih mudah diprediksi biasanya menurunkan volatilitas (naik-turunnya harga) dalam jangka pendek.
Bagi pelaku pasar suku bunga, ini menguatkan pandangan bahwa puncak pertumbuhan upah sudah lewat, terutama jika mengingat level di atas 4% sepanjang 2024. Meski pemangkasan suku bunga belum dekat, data ini mendukung jalur disinflasi (penurunan laju inflasi) yang bertahap. Ini membuat posisi untuk suku bunga yang stabil hingga lebih rendah di paruh akhir tahun menjadi lebih masuk akal. Kami memperkirakan ekspektasi pasar untuk suku bunga acuan RBA (cash rate, suku bunga kebijakan utama) tetap bertahan di sekitar 4,35% dalam beberapa bulan ke depan.
Tidak adanya kejutan bernada “hawkish” (kebijakan cenderung lebih ketat, pro-kenaikan suku bunga) membatasi potensi penguatan dolar Australia. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi AUD/USD (opsi, instrumen derivatif untuk membeli/menjual mata uang pada harga tertentu) baru-baru ini turun di bawah 9%, dan berita ini tidak memberi alasan untuk mengantisipasi pergerakan besar mendadak. Strategi yang diuntungkan ketika kurs bergerak dalam rentang tertentu, seperti menjual strangle (strategi opsi menjual call dan put di luar harga pasar untuk mencari premi), terlihat menarik dalam situasi ini.
Di sisi saham, data upah yang sesuai perkiraan menjadi sentimen positif kecil bagi ASX 200 (indeks saham utama Australia). Pada 2025, pasar sempat cemas karena inflasi yang sulit turun menekan laba perusahaan, sehingga angka yang stabil ini meredakan kekhawatiran akan langkah RBA yang lebih agresif. Latar seperti ini membuat strategi menjual put out-of-the-money (opsi jual dengan harga strike di bawah harga pasar, biasanya untuk mendapat premi) lebih layak, karena risiko penurunan tajam akibat suku bunga terlihat berkurang.