GBP/JPY melemah seiring gejolak kepemimpinan Inggris menekan Pound Sterling, sementara harga minyak dan prospek suku bunga membatasi penguatan Yen

    by VT Markets
    /
    May 13, 2026

    GBP/JPY turun untuk hari kedua pada Rabu, diperdagangkan di dekat 213,08 setelah sempat menyentuh tertinggi harian sekitar 213,70 dan melemah sekitar 0,15%. Pergerakan ini mengikuti tekanan luas pada Pound seiring meningkatnya ketidakpastian politik di Inggris.

    Laporan menyebutkan lebih dari 80 anggota parlemen (MP) dari Partai Labour meminta Perdana Menteri Keir Starmer mundur, dan empat menteri kabinet mengundurkan diri setelah Labour kalah dalam pemilihan lokal pekan lalu. Wes Streeting disebut sebagai penantang potensial, sementara Starmer menegaskan tidak akan mundur.

    Market Drivers And Macro Backdrop

    Pelemahan terbatas karena Yen sulit menguat di tengah ketegangan Timur Tengah dan harga minyak yang lebih tinggi, yang membebani Jepang karena ketergantungan pada impor energi. Pasar memperkirakan dua kali lagi kenaikan suku bunga Bank of England hingga akhir tahun, sementara Bank of Japan diperkirakan mengetatkan kebijakan secara bertahap (menaikkan suku bunga perlahan atau mengurangi stimulus).

    Pada grafik, GBP/JPY berada di bawah simple moving average (SMA) 20 hari—rata-rata pergerakan harga sederhana selama 20 hari—di dekat 214,30, dengan Bollinger Band atas (rentang volatilitas, batas atas) di sekitar 216,66 dan band bawah (batas bawah) sekitar 211,94. RSI (Relative Strength Index, indikator momentum untuk melihat kondisi jenuh beli/jenuh jual) bergerak ke area pertengahan 40, dan ADX (Average Directional Index, indikator kekuatan tren) berada di kisaran pertengahan 20; resistance (area hambatan kenaikan) dekat 214,29 dan support (area penahan penurunan) dekat 211,94.

    Pound bermula pada 886 M dan menyumbang 12% transaksi valas (FX/foreign exchange, yaitu perdagangan mata uang), atau sekitar US$630 miliar per hari pada 2022. Pasangan utama termasuk GBP/USD 11%, GBP/JPY 3%, dan EUR/GBP 2%.

    Options Positioning And Trade Ideas

    Di sisi lain, pelemahan Yen diperburuk oleh harga energi yang tetap tinggi, dengan minyak Brent bertahan di atas US$95 per barel. Pola serupa terlihat sepanjang 2025, ketika posisi Jepang sebagai pengimpor energi besar menekan mata uangnya saat harga minyak tinggi. Hal ini tercermin dari defisit perdagangan Jepang yang melebar (nilai impor lebih besar dari ekspor), sehingga membatasi ruang Bank of Japan untuk pengetatan kebijakan yang agresif.

    Kondisi ini menciptakan benturan antara sentimen negatif jangka pendek dari berita politik dan prospek positif jangka menengah dari arah suku bunga. Dalam beberapa pekan ke depan, trader dapat mempertimbangkan membeli put option (opsi jual, hak untuk menjual di harga tertentu) dengan jatuh tempo Juni untuk melindungi nilai atau meraih keuntungan bila harga turun menuju area support 211,94. Ini memberi risiko yang terukur karena kerugian dibatasi pada premi opsi.

    Pada saat yang sama, narasi yang kuat adalah selisih suku bunga (interest rate differential, perbedaan tingkat bunga) yang makin lebar antara Inggris dan Jepang. Untuk bersiap jika tren berbalik, pembelian call option (opsi beli, hak untuk membeli di harga tertentu) berjangka lebih panjang, dengan jatuh tempo kuartal IV 2026, dapat dipertimbangkan. Strategi ini membantu melewati gejolak politik jangka pendek dan memanfaatkan penguatan Pound yang diperkirakan kembali didorong faktor fundamental.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code