Pertumbuhan M2 China Melampaui Perkiraan, Memperkuat Dukungan Likuiditas dan Mengangkat Aset Berisiko China

    by VT Markets
    /
    May 14, 2026

    Pasokan uang M2 China naik 8,6% secara tahunan (year on year/yoy) pada April. Ekspektasi pasar 8,5%.

    Angka April ini 0,1 poin persentase di atas perkiraan. Data ini menunjukkan pertumbuhan tahunan M2, yaitu ukuran uang beredar yang luas di perekonomian (mencakup uang tunai dan berbagai jenis simpanan bank).

    Sinyal Likuiditas dan Latar Kebijakan

    Dengan pertumbuhan M2 yang lebih cepat dari perkiraan pada April, ini menjadi sinyal bahwa bank sentral masih menambah likuiditas (ketersediaan dana/uang yang mudah digunakan untuk transaksi dan pembiayaan) ke perekonomian. Ini mencerminkan upaya mendorong pertumbuhan dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Sikap kebijakan yang longgar ini kemungkinan berlanjut, terutama karena pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto/GDP, ukuran total nilai produksi ekonomi) kuartal I 2026 hanya 4,8%.

    Likuiditas berlebih sering mendorong harga aset (seperti saham dan obligasi), sehingga saham China terlihat menarik. Indeks CSI 300 (indeks saham berkapitalisasi besar di bursa China) sudah naik lebih dari 9% sejak titik terendah pada Februari 2026, dan dukungan kebijakan bisa melanjutkan penguatan. Salah satu cara memanfaatkan potensi kenaikan adalah membeli opsi call (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli aset pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu) pada indeks saham utama China.

    Di saat yang sama, pasokan uang yang meningkat cenderung menekan mata uang lokal. Fokus bank sentral tampaknya pada pertumbuhan domestik, bukan penguatan yuan. Karena itu, yuan offshore/CNH (kurs yuan yang diperdagangkan di luar China daratan) berpotensi melemah terhadap dolar AS. Pelaku pasar dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan jika USD/CNH naik (artinya dolar menguat, CNH melemah).

    Stimulus ini juga positif untuk komoditas industri, karena China mengonsumsi lebih dari separuh tembaga dan bijih besi dunia. Pada stimulus 2023, harga bahan baku sempat naik meski permintaan global lemah. Eksposur ke kontrak berjangka tembaga (copper futures, perjanjian jual-beli tembaga pada harga dan tanggal tertentu) melalui opsi dapat menjadi langkah terukur untuk menangkap potensi kenaikan permintaan.

    Implikasi Perdagangan dan Penempatan Posisi

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code