TD Securities: Dolar AS Diperkirakan Bergerak dalam Kisaran karena The Fed Tetap Menahan Diri, Pelemahan pada 2026 Mulai Diperhitungkan

    by VT Markets
    /
    May 14, 2026

    Para ahli strategi TD Securities kini memperkirakan Dolar AS (USD) akan bergerak dalam kisaran (range) dalam jangka pendek. Mereka mengaitkan hal ini dengan Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) yang menahan suku bunga (tidak menaikkan atau menurunkan), ditopang oleh data ekonomi AS, penguatan pasar saham AS, serta positioning pasar (posisi transaksi/investor yang sudah terlanjur condong ke arah tertentu).

    Mereka tetap memproyeksikan USD melemah pada 2026. Alasannya mencakup risiko penurunan terkait perkembangan isu Iran dan suku bunga global yang makin mendekati tingkat suku bunga AS (konvergensi suku bunga).

    Mereka menyebut level 98,00 pada indeks DXY (indeks nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) sebagai patokan penting yang dikaitkan dengan dibukanya kembali Selat Hormuz (jalur pelayaran strategis untuk minyak). Mereka memperkirakan USD akan bergerak dan bertahan di bawah 98,00 setelah ada penyelesaian yang memungkinkan Selat dibuka kembali secara bertahap.

    Catatan itu juga menyoroti momentum data tenaga kerja AS dan kinerja saham AS yang lebih kuat dibanding pasar global pada April. Mereka menambahkan bahwa sikap The Fed yang kurang hawkish (kurang cenderung agresif menaikkan suku bunga) dibanding bank sentral global lain menjadi bagian dari pandangan untuk 2026.

    Melihat kembali analisis dari 2025, pandangannya adalah dolar akan “terkunci” dalam kisaran sebelum turun pada paruh berikutnya di 2026. Ini sebagian besar terbukti, karena data non-farm payrolls (NFP/laporan bulanan penambahan tenaga kerja di luar sektor pertanian) April 2026 menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap kuat dengan penambahan 195.000 pekerjaan. Kekuatan ekonomi ini masih menahan penurunan tajam dolar untuk sementara.

    Situasi geopolitik terkait Iran yang disebut tahun lalu masih memberi dukungan bagi dolar. Meski ada kemajuan diplomatik, indeks DXY tetap bertahan di atas level kunci 98,00 dan kini berada di sekitar 101,20. Ini menunjukkan premi risiko geopolitik (tambahan “harga”/permintaan dolar karena ketidakpastian) masih masuk perhitungan pasar, sehingga menjadi penahan penurunan nilainya (memberi “lantai” bagi dolar).

    Namun, proyeksi bahwa suku bunga global akan mendekati level AS kini jelas mulai terjadi. Dengan inflasi Zona Euro April 2026 yang tetap tinggi di 2,8%, Bank Sentral Eropa (ECB) menjadi lebih hawkish (lebih siap mengetatkan kebijakan, termasuk menaikkan suku bunga), sehingga selisih kebijakan (policy gap/perbedaan arah suku bunga) dengan The Fed menyempit. Ini menjadi hambatan utama bagi dolar seperti yang diperkirakan.

    Bagi pelaku transaksi derivatif (instrumen turunan seperti opsi/option), ini mengisyaratkan: meski dolar saat ini bergerak dalam kisaran, tekanan untuk turun mulai meningkat. Menjual volatilitas jangka pendek (memasang strategi yang untung jika pergerakan harga tetap tenang) melalui iron condors atau strangles (strategi opsi yang memanfaatkan harga bergerak dalam rentang tertentu) pada pasangan mata uang USD bisa menjadi strategi untuk beberapa minggu ke depan. Pendekatan ini mencari keuntungan dari dolar yang tetap berada dalam kisaran yang relatif terukur, sambil mendapatkan premi (imbalan yang diterima penjual opsi).

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code