TD Securities soroti pergantian kepemimpinan Partai Buruh, pergeseran ke kiri, dan meningkatnya volatilitas pasar Inggris hingga 2028

    by VT Markets
    /
    May 15, 2026

    Analis TD Securities mengatakan Perdana Menteri Keir Starmer kemungkinan besar akan diganti paling lambat akhir September, dengan kontestasi kepemimpinan Partai Buruh (Labour) diperkirakan dimulai pada akhir Juni. Nama-nama yang dikaitkan dengan bursa ini antara lain Andy Burnham, Wes Streeting, Angela Rayner, dan Ed Miliband.

    Mereka memperkirakan Labour akan makin bergeser ke kiri seiring waktu. Ini bisa berarti belanja pemerintah lebih tinggi dan pajak lebih tinggi, namun tetap mempertahankan suatu bentuk aturan fiskal partai (patokan pembatasan defisit dan utang pemerintah).

    Mereka menambahkan bahwa utang baru pemerintah (borrowings: penambahan pembiayaan lewat penerbitan obligasi/utang) bisa meningkat bila belanja pertahanan dikecualikan dari aturan tersebut. Mereka juga memperkirakan Menteri Keuangan (Chancellor) Rachel Reeves akan diganti ketika Starmer pergi.

    Mereka mencatat mayoritas kursi Labour saat ini 165 kursi, sehingga posisi partai aman di parlemen. Menurut mereka, hal ini membuat pemilu cepat (early general election: pemilu yang dimajukan dari jadwal normal) menjadi lebih kecil kemungkinannya.

    Mereka tidak memperkirakan pemilu terjadi sebelum 2028 paling cepat. Mereka menilai pemilu pada 2026 atau 2027 tidak mungkin, dan 2028 akan bergantung pada kondisi survei elektabilitas (polls).

    Pandangan kami sejak tahun lalu bahwa PM Starmer akan diganti kini menjadi kenyataan yang menjadi acuan pelaku pasar. Pergeseran kepemimpinan ke Perdana Menteri Rayner pada akhir 2025 mulai mendorong Labour ke kiri, sesuai perkiraan kami. Ini menciptakan lanskap baru ketidakpastian politik bagi aset Inggris.

    Pasar obligasi menjadi yang pertama bereaksi terhadap nada pemerintah baru soal kebijakan fiskal (fiscal policy: kebijakan pajak dan belanja negara). Sejak pergantian kepemimpinan, imbal hasil (yield) gilt Inggris tenor 10 tahun—obligasi pemerintah Inggris—naik dari sekitar 3,9% menjadi di atas 4,4% karena kekhawatiran belanja dan penambahan utang yang lebih tinggi. Kami melihat ini sebagai akibat langsung dari perkiraan pelonggaran aturan fiskal yang sebelumnya lebih ketat.

    Pergeseran politik ini juga menekan pound sterling. Kurs GBP/USD turun dari di atas 1,29 pada pertengahan 2025 ke sekitar 1,23 karena investor global memasukkan premi risiko Inggris yang lebih tinggi (risk premium: tambahan imbal hasil yang diminta investor karena dianggap lebih berisiko). Prospek kenaikan pajak dan pemerintah yang lebih aktif campur tangan (interventionist: lebih sering mengatur dan terlibat dalam ekonomi) terus menjadi tekanan besar bagi mata uang.

    Bagi pedagang derivatif (derivatives: instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka), poin utama adalah kenaikan berkelanjutan pada volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan besarnya gejolak harga yang tercermin dari harga opsi). Volatilitas pada opsi mata uang sterling naik hampir 25% sejak musim gugur lalu, dan volatilitas FTSE 100 (ukuran gejolak harga indeks saham utama Inggris) juga tinggi, mencerminkan ketidakpastian terkait kebijakan pajak perusahaan dan pajak atas keuntungan penjualan aset (capital gains tax). Ini menunjukkan strategi lindung nilai (hedging: mengurangi risiko perubahan harga) dan posisi yang diuntungkan dari pergerakan harga yang besar masih akan relevan.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code