VIX Naik saat Imbal Hasil Obligasi Menguji Pasar Saham, Picu Divergensi Nasdaq-S&P dan Dorong Permintaan Opsi

    by VT Markets
    /
    May 20, 2026

    Nasdaq mencatat kenaikan pada perdagangan prapasar dan sepanjang sesi, terutama dari posisi long (bertaruh harga naik). S&P 500 kemarin mencatat sebagian besar keuntungan dari posisi short (bertaruh harga turun).

    Volatilitas (naik-turunnya harga) diperkirakan tinggi hari ini karena beberapa pemicu pergerakan pasar yang akan datang. Ada kemungkinan tekanan kenaikan pasar menjelang peristiwa-peristiwa tersebut.

    Konsolidasi Pasar Jangka Pendek

    Pasar diperkirakan masuk fase konsolidasi (bergerak mendatar dalam kisaran tertentu) dalam waktu dekat. Imbal hasil obligasi (yield, yaitu tingkat pengembalian obligasi) terus naik, dengan kenaikan lebih besar pada bagian ujung jauh kurva imbal hasil (yield curve, perbandingan yield untuk berbagai tenor/jangka waktu, misalnya 2 tahun vs 10 tahun).

    Dengan pasar terbelah jelas antara kuatnya saham teknologi dan lemahnya pasar secara luas, volatilitas berpotensi meningkat. Indeks Volatilitas Cboe (VIX, sering disebut “indeks ketakutan” karena mengukur ekspektasi volatilitas S&P 500 dari harga opsi), setelah lama bertahan di belasan rendah, baru saja ditutup di atas 17, menandakan kekhawatiran meningkat. Ini mengindikasikan pelaku pasar bisa mempertimbangkan membeli opsi (kontrak yang memberi hak membeli/menjual aset pada harga tertentu), seperti straddle pada SPX (strategi membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus pada harga kesepakatan yang sama) untuk mendapat peluang untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah dalam beberapa minggu ke depan.

    Pemicu utama adalah kenaikan yield obligasi yang terus berlanjut dan memicu kecemasan. Yield Treasury AS 10 tahun kini mendekati 4,8%, level yang menekan valuasi saham (harga saham dibandingkan nilai/pendapatan), terutama sektor yang sensitif terhadap suku bunga. Kenaikan yield seperti ini bisa menjadi hambatan besar bagi pasar.

    Kondisi ini mendukung divergensi terbaru, ketika Nasdaq 100 naik hampir 4% pada kuartal ini sementara S&P 500 cenderung datar. Strategi yang mungkin dipakai adalah menggunakan kontrak berjangka (futures, instrumen untuk membeli/menjual di harga tertentu pada tanggal tertentu) untuk mengambil posisi long Nasdaq 100 sambil short kontrak E-mini S&P 500 (kontrak futures S&P 500 berukuran lebih kecil). Pairs trade (strategi memasangkan posisi long dan short) ini bertujuan memanfaatkan potensi kinerja yang tetap lebih baik dari sebagian kecil saham teknologi berkapitalisasi sangat besar (mega-cap) dibandingkan pasar lainnya.

    Strategi Opsi untuk Pergerakan yang “Berombak”

    Meski ada peringatan potensi breakout (harga menembus area kisaran dan mulai tren), pasar juga bisa memasuki periode perdagangan yang berombak dan bergerak dalam rentang (range-bound) saat mencerna sinyal yang saling bertentangan. Laporan CPI terbaru menunjukkan inflasi inti (core inflation, inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti pangan dan energi) masih “lengket” di 3,5% alias turun lambat, sehingga bank sentral AS (Federal Reserve) punya ruang gerak terbatas. Untuk pelaku pasar yang memperkirakan pergerakan mendatar, menjual premi (premium, harga yang diterima/dibayar untuk opsi) lewat strategi seperti iron condor (kombinasi jual-beli opsi call dan put pada beberapa strike untuk meraih pendapatan saat harga tetap dalam kisaran) dapat menghasilkan pendapatan ketika pasar lebih luas sulit menentukan arah.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code