Emas naik pada sesi Amerika Utara pada Rabu setelah risalah rapat Federal Reserve (bank sentral AS) April menunjukkan sebagian besar pejabat mendukung persiapan untuk menaikkan suku bunga. XAU/USD diperdagangkan di US$4.530, naik 1%.
Risalah tersebut menyebut pengetatan kebijakan (kebijakan moneter yang membuat pinjaman lebih mahal melalui kenaikan suku bunga) mungkin diperlukan jika inflasi bertahan di atas target 2%. Mereka juga mencatat banyak pejabat lebih memilih menghapus kalimat yang memberi kesan bias pelonggaran (kesan bank sentral cenderung menurunkan suku bunga).
Risalah The Fed Dan Momentum Emas
Ini adalah rapat kedua berturut-turut ketika lebih banyak pejabat menilai biaya pinjaman yang lebih tinggi bisa tepat jika harga tetap tinggi. Risalah menyebut konflik Timur Tengah dapat memengaruhi keseimbangan risiko dan arah kebijakan.
Pasar uang (pasar instrumen jangka pendek seperti kontrak suku bunga) mematok peluang 50% kenaikan suku bunga pada rapat Desember, berdasarkan data Prime Terminal. Emas tetap naik karena Dolar AS melemah dan imbal hasil (yield—tingkat keuntungan tahunan) obligasi pemerintah AS turun.
Indeks Dolar AS turun 0,19% ke 99,11 setelah sempat menyentuh 98,96, terendah dua hari. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di 4,576%, turun 9 basis poin (1 basis poin = 0,01%).
Pernyataan Presiden AS Donald Trump dan Korps Garda Revolusi Iran menambah fokus geopolitik. Pelaku pasar juga mencermati Initial Jobless Claims (klaim awal tunjangan pengangguran), data perumahan, dan S&P Global Flash PMI (survei awal aktivitas bisnis/manufaktur dan jasa).
Level Kunci Dan Fokus Pasar
Secara teknikal (analisis harga berbasis grafik), resistensi berada di atas US$4.600, dengan level di US$4.628, US$4.690, US$4.700, dan US$4.787. Support (area penopang harga) ada di US$4.500, lalu US$4.464, US$4.400, dan US$4.340; bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar US$70 miliar pada 2022.