Harga Minyak Turun karena Harapan Kesepakatan AS-Iran Membayangi Ketatnya Persediaan dan Penyusutan Rekor akibat Lonjakan Ekspor

    by VT Markets
    /
    May 21, 2026

    Harga minyak turun meski data AS menunjukkan pasokan makin ketat. Pergerakan ini terjadi karena perhatian pasar beralih ke kemungkinan kesepakatan AS-Iran serta laporan lebih banyak kapal tanker minyak mentah melewati Selat Hormuz.

    Data EIA (Energy Information Administration/Administrasi Informasi Energi AS) menunjukkan penurunan mingguan terbesar sepanjang catatan pada total persediaan minyak mentah AS, termasuk pengeluaran dari Strategic Petroleum Reserve/SPR (cadangan minyak strategis pemerintah AS). Ekspor minyak mentah AS dan produk olahan (seperti bensin dan solar) tetap di atas 13 juta barel per hari (b/d) selama sepekan.

    Sentimen Pasar Versus Data Fisik

    Level ekspor tersebut lebih tinggi dari rata-rata 11,1 juta b/d yang terlihat antara awal tahun hingga pecahnya perang di Iran. Persediaan bensin turun ke level musiman terendah sejak 2014.

    Stok bensin yang lebih rendah dikaitkan dengan dukungan pada margin pengilangan bensin, yaitu selisih keuntungan antara harga produk (bensin) dan biaya bahan baku (minyak mentah), menjelang musim berkendara musim panas. Artikel ini mencatat dibuat dengan bantuan alat AI dan ditinjau editor.

    Terlihat ketidaksinkronan antara sentimen pasar, yang fokus pada potensi kesepakatan AS-Iran, dan data pasar fisik (kondisi pasokan-permintaan nyata yang tercermin pada stok dan arus barang). Harapan pasokan baru menekan harga untuk sementara, tetapi angka menunjukkan persediaan AS makin ketat. Perbedaan ini mengindikasikan pelemahan harga saat ini bisa tidak sejalan dengan faktor dasar (fundamental) pasar.

    Sinyal terkuat ada pada produk olahan, terutama menjelang musim berkendara musim panas. Persediaan bensin berada di titik musiman terendah dalam lebih dari satu dekade, dan makin penting karena data EIA menunjukkan “product supplied” (perkiraan konsumsi domestik: jumlah produk yang benar-benar terserap pasar) mulai menguat di atas 9,1 juta barel per hari. Keketatan fundamental ini mengarah pada harga kontrak berjangka (futures: kontrak jual-beli untuk pengiriman di masa depan) bensin yang lebih kuat serta margin pengilangan yang meningkat.

    Ekspor Dan Cadangan Strategis

    Ekspor yang tinggi terus menguras minyak mentah dari AS, sehingga pasokan dalam negeri tetap ketat. Ini terjadi ketika SPR mendekati level terendah sekitar 40 tahun, sedikit di atas 360 juta barel. Kondisi ini mengurangi “buffer” (cadangan penyangga) yang selama ini digunakan pemerintah untuk meredam lonjakan harga, sehingga pasar lebih rentan terhadap gangguan pasokan.

    Melihat risiko berita utama dari pembicaraan geopolitik, ada nilai menggunakan opsi (options: instrumen yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual pada harga tertentu) untuk bersiap pada potensi rebound yang didorong fundamental kuat. Membeli call option (opsi beli: hak membeli pada harga tertentu) pada minyak mentah atau bensin memungkinkan ikut menikmati kenaikan jika reli terjadi, sambil membatasi risiko jika berita diplomatik memicu penurunan lanjutan. Pelepasan SPR besar beberapa tahun lalu hanya menutupi keketatan pasar sementara, dengan harga kembali naik ketika kondisi fisik kembali menjadi penentu.

    Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code