Pound Sterling Melemah terhadap Yen Usai Kejutan PMI, Seiring Reli Harga Minyak dan Risiko Intervensi Muncul Kembali

    by VT Markets
    /
    May 21, 2026

    Pound melemah terhadap Yen pada Kamis setelah rilis awal data PMI dari Inggris dan Jepang. GBP/JPY diperdagangkan di sekitar 213,40, mendekati level tertinggi satu pekan.

    PMI Komposit S&P Global Inggris turun ke 48,5 pada Mei dari 52,6 pada April, terendah dalam 13 bulan dan kontraksi pertama sejak April 2025. (PMI, atau *Purchasing Managers’ Index*, adalah survei aktivitas bisnis; angka di atas 50 berarti ekspansi, di bawah 50 berarti kontraksi.) PMI Jasa turun ke 47,9 dari 52,7, terendah dalam 64 bulan, sementara PMI Manufaktur berada di 53,7, tidak berubah dan di atas perkiraan 53.

    PMI Jepang Mengindikasikan Momentum Melambat

    PMI Manufaktur Jibun Bank Jepang turun ke 54,5 pada Mei dari 55,1, sesuai ekspektasi. PMI Jasa turun ke 50 dari 51, mengakhiri 13 bulan ekspansi dan menandakan aktivitas tertahan. (Level 50 berarti nyaris tidak ada pertumbuhan.)

    GBP/JPY cenderung bergerak dalam rentang sempit karena pasar juga memantau perkembangan AS-Iran. Reuters melaporkan Pemimpin Tertinggi Iran memerintahkan uranium yang nyaris setara kadar untuk senjata tetap berada di Iran. (Uranium “kadar nyaris untuk senjata” berarti tingkat pengayaan sudah mendekati yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir.)

    Harga minyak tetap tinggi karena Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, menambah tekanan bagi Jepang karena bergantung pada impor energi dari Timur Tengah. USD/JPY kembali mendekati 160,00, memicu perhatian pada potensi intervensi Jepang. (Intervensi berarti otoritas membeli/menjual mata uang di pasar untuk menahan pergerakan nilai tukar.)

    Pasar kini menanti rilis Jumat: CPI Nasional Jepang dan penjualan ritel Inggris. (CPI adalah inflasi harga konsumen; penjualan ritel mengukur belanja konsumen di toko dan kanal ritel.)

    Strategi Dan Manajemen Risiko

    Dorongan untuk tetap *long* Pound terhadap Yen masih kuat, didorong selisih suku bunga lebih dari 475 basis poin antara Bank of England dan Bank of Japan. (*Long* berarti posisi beli; basis poin/bps adalah 0,01%, jadi 475 bps setara 4,75%.) Namun data PMI Inggris terbaru—yang menandakan kontraksi pertama aktivitas sektor swasta sejak April 2025—menjadi sinyal peringatan. Ini penurunan aktivitas yang paling besar sejak pelemahan singkat akhir 2023.

    Melihat jatuhnya PMI Jasa Inggris, strategi yang lebih aman adalah memakai opsi untuk melindungi risiko penurunan dalam beberapa pekan ke depan, terutama menjelang rilis penjualan ritel. Membeli opsi *put* GBP/JPY berjangka pendek dapat menjadi lindung nilai yang biayanya relatif efisien jika data penjualan ritel buruk memicu reaksi negatif tajam. (Opsi *put* memberi hak untuk menjual pada harga tertentu; lindung nilai/hedge adalah perlindungan terhadap kerugian.)

    Ketegangan geopolitik menambah ketidakpastian, menjaga Brent bertahan di atas US$115 per barel. (Brent adalah patokan harga minyak global.) Kondisi ini lebih menekan ekonomi Jepang yang mengimpor energi, sehingga cenderung membebani yen. Faktor ini memperkuat tren naik jangka panjang GBP/JPY.

    Namun risiko intervensi otoritas Jepang perlu diwaspadai saat USD/JPY kembali mendekati 160. Pejabat pernah menghabiskan rekor ¥9,8 triliun pada musim semi 2024 untuk menopang mata uang, yang memicu penguatan yen mendadak. Langkah serupa sekarang bisa menekan GBP/JPY tajam, terlepas dari faktor lain.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code