Media Iran, mengutip Al-Arabiya, melaporkan bahwa draf final kesepakatan AS–Iran telah selesai, dengan mediasi Pakistan. Pengumuman resmi disebut bisa keluar dalam hitungan jam.
Draf yang dilaporkan mencakup gencatan senjata (penghentian tembak-menembak) segera dan menyeluruh. Draf ini juga memuat komitmen kedua pihak untuk tidak menyerang infrastruktur (fasilitas penting seperti pelabuhan, kilang, listrik, dan jaringan komunikasi).
Freedom Of Navigation Framework
Draf tersebut disebut menjamin kebebasan navigasi (kapal boleh melintas tanpa gangguan) melalui Teluk Persia dan Selat Hormuz. Ini akan diawasi oleh mekanisme pemantauan bersama (tim/gugus pengawas dari kedua pihak untuk memantau kepatuhan).
Draf juga dilaporkan mengatur pencabutan sanksi secara bertahap (pelonggaran hukuman ekonomi sedikit demi sedikit) yang dikaitkan dengan kepatuhan Iran. Disebut pula bahwa pembicaraan tentang isu yang belum selesai akan dimulai dalam tujuh hari.
Kabar potensi kesepakatan AS–Iran bersifat bearish (cenderung menekan harga) bagi minyak mentah. Pencabutan sanksi bertahap dapat membawa kembali lebih dari 1 juta barel per hari minyak Iran ke pasar dalam beberapa bulan. Pelaku pasar derivatif (kontrak turunan dari aset, seperti opsi dan futures) dapat mempertimbangkan opsi put jangka pendek (hak untuk menjual pada harga tertentu; biasanya dipakai saat memperkirakan harga turun) pada futures Brent dan WTI (kontrak berjangka minyak; Brent patokan internasional, WTI patokan AS), yang saat ini diperdagangkan di sekitar US$85 per barel.
Salah satu sumber utama premi risiko geopolitik (tambahan harga karena ketidakpastian konflik) berpotensi hilang dari pasar. Dengan hampir 20% minyak dunia melintasi Selat Hormuz, meredanya eskalasi kemungkinan menekan indeks VIX (indikator volatilitas/ketakutan pasar saham AS) dari level sekitar 18. Ini dapat menjadi peluang untuk menjual opsi call out-of-the-money (opsi beli dengan harga kesepakatan di atas harga saat ini; biasanya lebih murah dan dipakai untuk strategi menerima premi) pada indeks volatilitas.
Market Implications And Trade Ideas
Melihat ke belakang, ketegangan tinggi sepanjang 2025 membentuk penopang harga energi yang kuat, yang kini mulai runtuh. Kita mengingat dampak setelah kesepakatan JCPOA 2015 (perjanjian nuklir Iran), yang ikut mendorong harga minyak turun lebih dari 30% pada bulan-bulan berikutnya. Pola serupa, meski mungkin tidak sedalam itu, bisa muncul sekarang.
Kita juga perlu mengantisipasi pelemahan pada sektor tertentu yang sebelumnya memasukkan risiko konflik ke dalam harga. Saham kontraktor pertahanan kemungkinan menghadapi tekanan, sehingga opsi put pada ETF pertahanan (reksa dana berbentuk saham yang mengikuti indeks/sektor) bisa dipertimbangkan. Turunnya risiko bagi kapal di Teluk Persia dapat menurunkan biaya asuransi pelayaran, namun tarif tanker juga bisa turun karena premi perang menghilang.
Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.