Pound Stabil Meski PMI Inggris Lemah, Dolar yang Melemah Redam Tekanan Menjelang Rilis Data Kunci

    by VT Markets
    /
    May 22, 2026

    Sterling bertahan pada Kamis meski data Inggris lemah. **Composite PMI** (gabungan indeks aktivitas **manufaktur** dan **jasa**) turun ke kisaran **40-an** dari perkiraan di atas 51. Sektor **jasa** masuk fase **kontraksi** (aktivitas menyusut), sementara **manufaktur** menjadi satu-satunya yang melampaui ekspektasi.

    **Kepercayaan konsumen GfK** (survei yang mengukur optimisme rumah tangga terhadap kondisi ekonomi) juga kembali turun. Pada saat yang sama, satu anggota **MPC Bank of England** (komite penentu suku bunga) menyampaikan komentar **hawkish** (cenderung mendukung kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi), sedangkan pernyataan Gubernur Bailey nyaris tidak menggerakkan pasar.

    Pound Didukung Pelemahan Dolar

    Nada Pound yang lebih stabil terkait pelemahan Dolar AS. Kenaikan **selera risiko** (risk appetite: minat investor membeli aset berisiko) di AS karena rumor gencatan senjata AS–Iran yang disebut-sebut segera terjadi menekan Dolar dan membantu Sterling bangkit dari posisi terendah intrahari, tetapi rumor itu kemudian mereda.

    Iran masih ingin menerapkan pungutan lewat Selat Hormuz dan tidak mau membahas material nuklir, yang tetap menjadi ganjalan bagi Washington. Tanpa pelemahan Dolar, dukungan dari dalam negeri untuk Sterling terbatas.

    **Penjualan ritel Inggris** April akan dirilis Jumat, dengan konsensus turun 0,6% **month-on-month** (m/m: dibanding bulan sebelumnya) setelah naik 0,7%, dan tumbuh 1,3% **year-on-year** (y/y: dibanding tahun sebelumnya). Pekan depan mencakup pidato pejabat BoE pada Kamis dan data **inflasi Core PCE AS** (indikator inflasi inti pilihan The Fed, tidak memasukkan harga makanan dan energi yang volatil) pada hari yang sama, dengan ketua Fed baru sudah menjabat.

    Secara teknikal, GBP/USD berada di antara **EMA 200 hari** (exponential moving average/rata-rata bergerak eksponensial jangka panjang) dekat 1,3400 dan **EMA 50 hari** (rata-rata bergerak eksponensial jangka menengah) sekitar 1,3450. **Support** (area penopang harga) di 1,3400 lalu 1,3350, dengan **resistance** (area penghambat kenaikan) di 1,3450 dan 1,3500.

    Data Mei 2026 Mengulang Pola 2025

    Pola yang mirip situasi pada 2025 kembali terlihat. **Flash Composite PMI** (rilis awal/pendahuluan PMI) untuk Mei 2026 tercatat lemah di 49,2, masuk fase kontraksi ketika pasar memperkirakan di atas 50,5. Dengan indeks kepercayaan konsumen GfK juga baru menyentuh level terendah enam bulan di -20, gambaran domestik ekonomi Inggris terlihat rapuh.

    Data lemah ini membuat posisi Bank of England tidak mudah, karena bank sentral masih melawan inflasi yang tetap di atas target pada 3,1%. Pekan lalu, ada komentar **hawkish** dari pembuat kebijakan tentang masih kuatnya **tekanan harga inti** (kenaikan harga yang lebih “mendasar”, tidak sekadar faktor sementara).

    Untuk sementara, Pound terbantu oleh pelemahan jangka pendek Dolar AS setelah penjualan ritel AS lebih lemah dari perkiraan. Dukungan eksternal ini menutupi kerentanan Pound sendiri.

    Ke depan, pelaku pasar menyoroti data inflasi Core PCE AS pekan depan yang berpotensi menjadi pendorong utama Dolar. Jika inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan, Dolar bisa menguat kembali dan menekan Pound. Laporan inflasi Inggris juga penting, karena angka yang kembali tinggi akan memperberat dilema kebijakan Bank of England.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code