AUD/USD memperpanjang pelemahan setelah turun tipis sehari sebelumnya, diperdagangkan di sekitar 0,7140 pada sesi Asia Jumat. Pada grafik harian, pasangan ini masih berada di dalam pola *descending wedge* (pola baji menurun, yaitu rentang pergerakan harga yang makin menyempit dengan arah cenderung turun). Arah berikutnya bergantung pada reaksi harga di batas atas dan bawah pola tersebut.
Pasangan ini bertahan sedikit di atas EMA 50 hari di 0,7115 (EMA adalah *exponential moving average*, rata-rata bergerak yang lebih menekankan data harga terbaru) dan masih di bawah EMA sembilan hari di 0,7164. RSI 14 hari berada dekat 48 (RSI adalah indikator momentum untuk melihat apakah pasar cenderung jenuh beli atau jenuh jual), mengarah pada fase konsolidasi setelah koreksi terbaru.
Level Teknikal Kunci Dan Prospek Pola Baji
Jika AUD/USD menguji ulang dan menembus di atas EMA sembilan hari di 0,7164, level berikutnya adalah batas atas pola baji di sekitar 0,7200. Kenaikan yang tegas di atas area itu dapat membuka peluang menuju 0,7277, level tertinggi sejak Juni 2022 yang tercatat pada 6 Mei.
Di sisi bawah, penopang (support) berada di EMA 50 hari di 0,7115, lalu batas bawah pola baji di sekitar 0,7080. Penurunan di bawah 0,7080 dapat menambah tekanan turun menuju 0,6833, terendah empat bulan yang tercatat pada 30 Maret.
Analisis ini menggunakan alat AI.
Perbedaan Kebijakan Dan Implikasi Perdagangan
Pendorong utama adalah perbedaan arah kebijakan bank sentral. The Fed AS memberi sinyal akan mempertahankan suku bunga setelah laporan *non-farm payrolls* (data ketenagakerjaan AS di luar sektor pertanian) April yang kuat, menunjukkan 195.000 pekerjaan bertambah. Sementara itu, data inflasi Australia kuartal I 2026 sebesar 2,9% (masih dalam kisaran target RBA), sehingga pasar makin memperkirakan pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun.
Bagi trader derivatif (produk turunan seperti opsi), kondisi ini membuat strategi membeli opsi *call* AUD/USD (opsi untuk mendapat untung jika harga naik) berisiko tinggi. Alternatifnya, mengambil posisi pelemahan lewat membeli opsi *put* (opsi untuk mendapat untung jika harga turun) atau membuat *bear put spread* (strategi opsi: membeli put dan menjual put lain untuk membatasi biaya dan risiko) bisa lebih masuk akal. Strategi ini memungkinkan memanfaatkan potensi penurunan dengan batas risiko yang jelas.
*Implied volatility* untuk opsi AUD/USD (perkiraan volatilitas/ayunan harga yang “dipasang” pasar dalam harga opsi) baru-baru ini naik dan berada dekat level tertinggi tiga bulan. Ini menunjukkan pasar memperkirakan pergerakan harga lebih besar dalam beberapa minggu ke depan. Kondisi ini membuat premi opsi lebih mahal, sekaligus menegaskan fase konsolidasi tahun lalu telah berakhir.
Level teknikal yang dipantau pada 2025, seperti support 0,7115, kini menjadi resistance jangka panjang (area hambatan kenaikan). Dalam jangka dekat, perhatian tertuju pada support psikologis 0,6600 (level bulat yang sering jadi acuan pasar). Kenaikan menuju area 0,6720 dapat dilihat sebagai peluang jual, mengingat tekanan turun masih kuat.
Ke depan, data inflasi AS dan rilis PDB kuartalan Australia berikutnya akan krusial. CPI AS (indeks harga konsumen, ukuran inflasi) yang lebih tinggi dari perkiraan biasanya menguatkan dolar AS dan menekan AUD/USD. Trader perlu mengelola posisi dengan disiplin menjelang rilis data penting ini.