Dolar Menguat Tipis setelah Rancangan Kesepakatan AS-Iran Dilaporkan, Pasar Menanti Arah Kebijakan Suku Bunga The Fed

    by VT Markets
    /
    May 22, 2026

    Dolar AS diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada awal perdagangan Eropa pada Jumat, dengan Indeks Dolar AS (DXY) di sekitar 99,25. Laporan menyebut Iranian Labour News Agency menyatakan draf akhir AS–Iran telah tercapai dengan mediasi Pakistan, dan kesepakatan bisa diumumkan dalam beberapa jam. Laporan itu memuat ketentuan antara lain gencatan senjata segera di semua фронт, jaminan kebebasan pelayaran di Teluk serta Selat Hormuz, dan perundingan atas isu yang tersisa dalam sepekan. Pejabat Iran mengatakan pengayaan uranium (proses meningkatkan kadar uranium untuk kebutuhan energi atau tujuan lain) dan kendali atas Selat Hormuz masih menjadi ganjalan, sementara Presiden AS Donald Trump menyebutnya tidak bisa ditawar. Pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) menahan suku bunga dan setidaknya menaikkan suku bunga sekali tahun ini.

    Pada ukuran teknikal, DXY bertahan di atas EMA 20-periode (rata-rata pergerakan eksponensial 20 sesi, indikator untuk melihat arah tren) di 98,79, sementara RSI (Relative Strength Index, indikator momentum untuk menilai kuat-lemahnya pergerakan harga) sulit menembus 60,00. Support (area penopang harga) terlihat di sekitar 98,79; jika turun menembusnya, bisa membuka jalan ke 98,00. Resistance (area hambatan kenaikan) berada di 99,52, dengan ruang menuju 100,00 bila level itu terlewati. Dolar AS menyumbang lebih dari 88% dari total transaksi valuta asing global (jual-beli mata uang), sekitar US$6,6 triliun per hari (2022). The Fed menargetkan inflasi 2% dan juga dapat menggunakan quantitative easing (QE, pembelian aset oleh bank sentral untuk menambah likuiditas dan menekan suku bunga) atau quantitative tightening (QT, kebalikan QE: mengurangi kepemilikan aset untuk menarik likuiditas).

    Ketegangan Geopolitik dan Penguatan Dolar

    Setahun lalu, Indeks Dolar AS berada di sekitar 99,25, dengan pembicaraan pasar berfokus pada potensi kesepakatan AS–Iran yang tidak pernah terwujud sepenuhnya. Optimisme itu hanya sementara karena perbedaan pada isu kunci membuat ketegangan geopolitik tetap tinggi. Risiko ini memberi dukungan mendasar bagi dolar sebagai aset safe haven (aset yang cenderung dicari saat pasar bergejolak) dalam 12 bulan terakhir.

    Melihat kembali ekspektasi terhadap The Fed pada Mei 2025, pasar memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga pada tahun tersebut, dan perkiraan itu terbukti tepat. The Fed melanjutkan siklus pengetatan (kebijakan menaikkan suku bunga/mengetatkan likuiditas) hingga akhir 2025 untuk menahan inflasi yang lambat kembali ke target 2%. Berdasarkan data terbaru bulan ini, Consumer Price Index/CPI (indeks harga konsumen, ukuran inflasi) masih tinggi di 3,1% secara tahunan (year-over-year/yoy, dibandingkan periode yang sama tahun lalu), sehingga langkah The Fed berikutnya lebih sulit.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code