Takaichi Akan Danai Batas Tarif Tagihan Energi Musim Panas dengan Anggaran Tambahan, Obligasi Defisit Saat Yen Bertahan di Kisaran 159

    by VT Markets
    /
    May 25, 2026

    Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan paket yang direncanakan untuk membatasi (membuat plafon) tagihan listrik dan gas rumah tangga pada Juli hingga September akan dibiayai lewat anggaran tambahan lebih dari ¥3 triliun, termasuk subsidi sekitar ¥500 miliar. Ia mengatakan pemerintah akan menyetujui subsidi listrik dan gas pada Selasa dan menerbitkan obligasi baru untuk menutup defisit (surat utang pemerintah untuk menutup kekurangan anggaran) guna membiayai tambahan belanja tersebut, sambil menjaga jumlah penerbitan obligasi tidak berubah dalam hitungan kalender. Utang baru itu, menurutnya, akan diimbangi oleh penerimaan pajak dan pendapatan lain yang lebih tinggi, sehingga dampaknya ke pasar obligasi terbatas, dan ia menegaskan kembali target menurunkan rasio utang terhadap PDB (perbandingan total utang pemerintah dengan ukuran ekonomi/produk domestik bruto).

    Takaichi juga mengatakan Jepang bisa mengamankan pasokan minyak hingga musim semi tahun depan dan akan berupaya menghindari gangguan pasar yang terkait era krisis minyak. Target kebijakan energi termasuk menaikkan porsi listrik tenaga nuklir dan energi terbarukan menjadi hingga 70% dari 30%, disertai kembali imbauan penghematan energi musiman; Menteri Akazawa dijadwalkan memaparkan rinciannya besok. Yen tidak menunjukkan reaksi langsung; USD/JPY terakhir naik 0,2% di dekat 159,00.

    Policy Impact and Currency Market Reactions

    Kami melihat pemerintah berencana menerbitkan lebih banyak utang untuk membiayai subsidi energi bagi rumah tangga musim panas ini. Mereka mencoba menenangkan pasar dengan janji akan menutupnya lewat penerimaan pajak yang lebih tinggi. Namun, langkah ini menambah unsur rumit bagi Bank of Japan (bank sentral Jepang) yang bergerak perlahan meninggalkan kebijakan uang longgar (kondisi suku bunga rendah dan likuiditas besar).

    Pendorong utama tetap selisih suku bunga yang lebar antara Jepang dan Amerika Serikat. Dengan imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun (obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun) bertahan di sekitar 4,5% sementara imbal hasil Jepang baru sedikit di atas 1,1%, ada insentif besar untuk menjual yen dan membeli dolar. Kami menilai “carry trade” (strategi meminjam dalam mata uang bersuku bunga rendah lalu membeli aset/mata uang bersuku bunga lebih tinggi untuk meraih selisih bunga) yang kuat ini akan terus menekan yen dalam beberapa pekan ke depan.

    Strategy and Fiscal Discipline Concerns

    Mengingat risiko intervensi mendadak Bank of Japan (aksi otoritas masuk ke pasar valuta asing untuk menahan pergerakan kurs), terutama saat pasangan mata uang mendekati level 160—level ketika pejabat sebelumnya bertindak pada 2024—kami berhati-hati untuk sekadar menjual yen secara langsung. Kami lebih memilih menggunakan derivatif (instrumen keuangan turunan yang nilainya mengikuti aset acuan), khususnya membeli opsi call dolar AS terhadap yen (hak untuk membeli dolar pada kurs tertentu pada/hingga tanggal tertentu), untuk mengambil posisi atas pelemahan lanjutan. Strategi ini memungkinkan kami meraih keuntungan jika USD/JPY menembus 160, namun membatasi potensi kerugian bila otoritas memutuskan menopang mata uangnya.

    Janji menurunkan rasio utang terhadap PDB tampak sulit dicapai sambil tetap menerbitkan obligasi baru untuk subsidi. Rasio utang terhadap PDB Jepang tetap yang tertinggi di antara negara maju, terakhir tercatat di atas 261%, sehingga janji disiplin fiskal (pengelolaan anggaran yang ketat agar defisit/utang tidak membengkak) kurang meyakinkan bagi kami.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code