Emas Stabil di Dekat US$4.575 saat Dolar Melemah Tertekan Pembicaraan AS-Iran, Inflasi PCE Jadi Sorotan

    by VT Markets
    /
    May 26, 2026

    Emas (XAU/USD) naik pada awal perdagangan Asia Selasa, bergerak di sekitar $4.575 dan bertahan di atas $4.550 setelah Dolar AS (USD) melemah. Pergerakan ini terjadi ketika pasar menimbang peluang pembicaraan AS–Iran, setelah Presiden Donald Trump mengatakan negosiasi mengenai pengaturan sementara untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz “berjalan dengan baik”. Ia juga mendesak Arab Saudi, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, dan Yordania untuk bergabung dengan Abraham Accords (kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel), seiring diplomasi terkait Iran berlanjut.

    Isu yang belum selesai antara AS dan Israel tetap menjadi sorotan, termasuk apakah pelayaran melalui Hormuz akan diberi jalur bebas hambatan dan jadwal pencairan kembali (membuka blokir) dana Iran bernilai miliaran dolar. Sejalan dengan itu, perhatian beralih ke rilis Indeks Harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk April pada Kamis, yaitu ukuran inflasi berbasis belanja konsumsi yang menjadi acuan utama The Fed. Inflasi yang lebih kuat bisa memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) dan menekan komoditas yang dihargai dalam dolar (harga komoditas seperti emas biasanya bergerak berlawanan dengan penguatan dolar). Terpisah, bank-bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan pada 2022, menurut World Gold Council, pembelian tahunan terbesar sepanjang catatan.

    Sentimen Pasar dan Agenda Kunci

    Emas bertahan di sekitar $4.575, terutama didorong optimisme pembicaraan damai AS–Iran yang menekan Dolar AS. Dorongan diplomatik ini menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar pekan ini. Potensi kesepakatan yang membuka kembali Selat Hormuz juga dapat menahan kenaikan harga minyak, sehingga membantu meredakan tekanan inflasi.

    Laporan PCE pada Kamis menjadi ujian berikutnya. Data ini dipantau ketat, terutama setelah laporan CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi berbasis keranjang barang) April menunjukkan inflasi inti (core inflation, inflasi tanpa komponen bergejolak seperti energi dan pangan) melambat ke 3,2% secara tahunan, sedikit di bawah perkiraan. Ini memperkuat pandangan pasar bahwa The Fed bisa memangkas suku bunga akhir tahun ini dari level saat ini 4,50%.

    Dalam jangka sangat dekat, volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan gejolak harga yang tercermin dari harga opsi) pada opsi emas mingguan mengindikasikan potensi pergerakan harga besar setelah rilis PCE. Trader dapat mempertimbangkan strategi straddle (membeli opsi beli/call dan opsi jual/put pada harga dan jatuh tempo yang sama untuk memanfaatkan lonjakan volatilitas), karena kejutan data ke salah satu arah bisa memicu pergerakan tajam. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan cenderung menguatkan dolar dan dapat mendorong emas turun kembali ke area penopang (support) $4.500.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code