USD/CAD naik tipis ke sekitar 1,3810 pada perdagangan Asia Selasa setelah penurunan kecil sehari sebelumnya. Dolar Kanada tertekan karena sentimen menghindari risiko (risk aversion: investor mengurangi aset berisiko dan pindah ke aset yang dianggap aman) mengalahkan dukungan dari minyak yang lebih kuat. WTI (West Texas Intermediate: patokan harga minyak AS) bangkit setelah empat sesi turun ke sekitar US$91,50 per barel, setelah kekhawatiran pasokan muncul lagi menyusul “serangan membela diri” AS di Iran selatan pada Senin. Komando Pusat AS menyebut operasi itu menghantam lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang disebut mencoba menempatkan ranjau, sementara Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz “berjalan dengan baik”.
Dolar AS bertahan karena permintaan aset aman (safe-haven demand: arus dana ke mata uang/aset yang dianggap lebih stabil saat gejolak) terkait ketegangan geopolitik dan ekspektasi The Fed yang lebih “hawkish” (hawkish: cenderung menaikkan suku bunga atau menahan suku bunga tinggi demi menekan inflasi). Alat CME FedWatch (indikator berbasis harga kontrak berjangka yang memperkirakan peluang keputusan suku bunga The Fed) menunjukkan pasar menilai peluang hampir 41,0% kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps: 1 bps = 0,01%) hingga akhir tahun, dan perhatian beralih ke data inflasi PCE mendatang sebagai penentu arah kebijakan. Terpisah, pergerakan CAD biasanya dipengaruhi suku bunga Bank of Canada (BoC) dan minyak—ekspor terbesar Kanada—serta pertumbuhan domestik, inflasi, dan neraca perdagangan; BoC menargetkan inflasi 1–3% dan juga dapat memakai quantitative easing atau tightening (QE/QT: menambah/mengurangi pembelian aset untuk melonggarkan/memperketat kondisi kredit).
USD/CAD Didukung Permintaan Aset Aman dan Perbedaan Kebijakan Bank Sentral
Nilai tukar USD/CAD bertahan di sekitar 1,3810, menandakan CAD masih kesulitan. Meski harga minyak tinggi membantu Kanada, sentimen menghindari risiko di pasar global memberi dukungan kuat bagi dolar AS. Ini menunjukkan permintaan aset aman saat ini lebih dominan untuk pasangan mata uang ini.
Kekuatan dolar AS didorong dua faktor: ketegangan geopolitik dan perkiraan The Fed yang hawkish. Pasar makin condong pada kemungkinan kenaikan suku bunga lagi hingga akhir tahun. Indeks Dolar AS (DXY: ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) mencerminkan hal ini, setelah naik ke level tertinggi enam bulan di 106,50 saat investor mencari aset aman.
Perhatian tertuju pada data inflasi PCE AS (Personal Consumption Expenditures: ukuran inflasi belanja konsumsi, acuan utama The Fed), yang akan penting untuk langkah The Fed berikutnya. Data terbaru menunjukkan Core PCE (PCE inti: inflasi PCE tanpa harga makanan dan energi yang bergejolak) masih di atas target 2% The Fed, dan CME FedWatch kini menunjukkan peluang 45% kenaikan suku bunga pada September, naik dari 41% pekan lalu. Jika inflasi lebih panas dari perkiraan, ekspektasi hawkish berpotensi menguat dan mendorong USD lebih tinggi.
Di sisi Kanada, kondisi ekonomi terlihat lebih hati-hati sehingga membatasi peluang penguatan CAD. BoC menahan suku bunga acuannya di 4,5% karena kekhawatiran pertumbuhan melambat, meski inflasi Kanada masih di atas kisaran target. Perbedaan arah kebijakan ini—The Fed berpotensi lebih agresif sementara BoC lebih menunggu—mendukung USD/CAD yang lebih kuat.