Pound Sterling Melemah saat Ketidakpastian AS–Iran dan Divergensi Kebijakan Dongkrak Permintaan Dolar

    by VT Markets
    /
    May 28, 2026

    Sterling melemah tipis terhadap Dolar AS karena kehati-hatian soal pembicaraan AS–Iran mendorong permintaan terhadap Greenback (sebutan untuk Dolar AS). Sentimen risiko masih rapuh, sehingga Pound cenderung tertekan.

    Saat penulisan, GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3429, memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut. Berita yang saling bertentangan soal perundingan tersebut terus mengarahkan pergerakan jangka pendek pasangan ini.

    Ketegangan Geopolitik dan Perbedaan Arah Ekonomi Menekan Sterling

    Pound Inggris terus melemah terhadap Dolar AS karena sentimen pasar yang hati-hati menopang Greenback. Ketegangan geopolitik terbaru di Timur Tengah memicu “flight to safety” (perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih aman), dengan GBP/USD saat ini diperdagangkan di sekitar 1,2450. Ini membuat pasangan tersebut berada dalam tekanan menjelang Juni.

    Data ekonomi memperlihatkan perbedaan arah: inflasi Inggris April naik di atas perkiraan ke 3,1% sementara pertumbuhan PDB (GDP: ukuran total output ekonomi) mandek. Sebaliknya, ekonomi AS masih kuat, dengan laporan Non-Farm Payrolls (NFP: data bulanan penambahan jumlah pekerja di luar sektor pertanian) menunjukkan kenaikan 210.000 pekerjaan. Ini memperkuat alasan The Fed (bank sentral AS) mempertahankan sikap hawkish (cenderung ketat/menahan penurunan suku bunga demi menekan inflasi) dibanding Bank of England yang lebih ragu.

    Strategi Derivatif dan Sentimen Pasar

    Bagi trader derivatif (instrumen turunan yang nilainya mengikuti aset acuan seperti kurs), kondisi ini mengarah pada pembelian opsi put (hak menjual pada harga tertentu) di GBP/USD untuk lindung nilai (hedging: mengurangi risiko) atau berspekulasi atas penurunan lanjutan. Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan besarnya gejolak harga yang tercermin dalam harga opsi) tenor satu bulan naik dari sekitar 7% ke 9,5% dalam sepekan, sehingga strategi opsi lebih menarik untuk menangkap potensi pergerakan tajam. Harga opsi saat ini menunjukkan bias bearish (pandangan condong turun) yang kuat dari pasar.

    Kami menilai membuka posisi short (posisi jual untuk mengincar penurunan harga) melalui kontrak futures (kontrak berjangka yang mewajibkan transaksi di harga dan waktu tertentu) atau mempertimbangkan put spread (strategi opsi put bertingkat untuk menekan biaya awal/entry cost) sebagai langkah yang lebih hati-hati untuk beberapa pekan ke depan. Secara historis, fase peningkatan risiko geopolitik dan perbedaan kebijakan bank sentral dapat menekan pasangan ini dalam waktu lama. Indikator 25-delta risk reversal (selisih harga opsi call vs put pada delta 25 sebagai ukuran bias arah pasar) yang makin negatif ke -0,8 menegaskan sentimen bearish terus menguat.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code