Harga emas di Arab Saudi melemah saat pelaku pasar mencermati sinyal The Fed, data inflasi, dan permintaan bank sentral

    by VT Markets
    /
    May 28, 2026

    Harga emas di Arab Saudi turun pada Kamis, berdasarkan data yang dihimpun FXStreet. Logam mulia ini dipatok di SAR 527,52 per gram, turun dari SAR 537,63 pada Rabu, sementara harga per tola turun ke SAR 6.152,53 dari SAR 6.270,86 sehari sebelumnya. Titik acuan lain menempatkan emas di SAR 5.274,97 untuk 10 gram dan SAR 16.407,19 per troy ounce (ons troy, satuan berat standar untuk logam mulia).

    FXStreet mengatakan mereka memperoleh angka lokal dengan mengonversi patokan harga internasional melalui kurs USD/SAR (nilai tukar dolar AS terhadap riyal Saudi), lalu menyesuaikannya ke satuan domestik. Harga diperbarui setiap hari menggunakan level pasar saat publikasi. Angka-angka tersebut bersifat indikatif (perkiraan), dan harga transaksi di pasar lokal bisa sedikit berbeda. Data World Gold Council menunjukkan bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar US$70 miliar pada 2022.

    Pendorong Pasar dan Prospek Taktis

    Penurunan kecil harga emas baru-baru ini, seperti yang tercatat pada 27 Mei, dinilai sebagai koreksi (penurunan sementara setelah kenaikan) dan bukan tren baru. Pelemahan ini bisa menjadi titik masuk taktis bagi trader. Faktor dasar (fundamental, yaitu kondisi ekonomi dan permintaan-penawaran yang memengaruhi nilai) yang menopang emas masih kuat.

    Kami mencermati rilis data inflasi dan sinyal dari Federal Reserve AS (bank sentral AS). Dengan inflasi AS yang belakangan masih bertahan di 3,4% pada April 2026, setiap sinyal pemangkasan suku bunga (penurunan bunga acuan untuk mendorong ekonomi) dapat melemahkan dolar. Dolar yang melemah secara historis cenderung mendorong harga emas naik.

    Pembelian bank sentral terus menjadi penopang kuat pasar. World Gold Council melaporkan bank sentral menambah 290 ton ke cadangan pada kuartal I 2026, menunjukkan permintaan institusi (pembeli besar seperti bank sentral dan lembaga keuangan) yang berlanjut. Tren ini diyakini membatasi penurunan besar dalam beberapa pekan ke depan.

    Ketidakstabilan geopolitik juga tetap menjadi faktor penting yang mendukung emas sebagai aset safe haven (aset “tempat berlindung” saat kondisi pasar bergejolak). Karena itu, volatilitas (naik-turun harga yang tajam) diperkirakan berlanjut, yang membuka peluang bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures yang nilainya mengikuti aset acuan). Kami menilai strategi yang bisa diuntungkan dari pergerakan harga tajam.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code