Saham Global Terkoreksi Setelah Serangan AS dan Sanksi terhadap Iran Picu Aksi Risk-Off, Dongkrak Harga Minyak dan Imbal Hasil Obligasi

    by VT Markets
    /
    May 28, 2026

    Saham global melemah setelah AS kembali melancarkan serangan dan menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran, berbalik arah dari sesi sebelumnya ketika indeks AS mencetak rekor tertinggi baru. Kontrak berjangka (futures, yaitu perjanjian jual-beli untuk periode mendatang) saham AS melemah, dengan futures S&P 500 turun 0,37% dan futures Nasdaq turun 0,80%, setelah S&P 500 ditutup naik 0,02% dan Nasdaq naik 0,07%; Dow juga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa untuk pertama kalinya pada 2026. Di Asia, pelemahan meluas, dipimpin KOSPI turun 3,61%, sementara Hang Seng turun 2,12% akibat pelemahan saham teknologi dan Nikkei turun 1,34%.

    Kenaikan harga minyak terjadi bersamaan dengan kenaikan imbal hasil (yield, yaitu tingkat keuntungan obligasi) US Treasury (obligasi pemerintah AS), naik 4 hingga 4,5 bps (basis poin; 1 bps = 0,01%) di seluruh tenor, mendorong yield 10 tahun ke 4,53% setelah naik lima hari beruntun. Pada sesi sebelumnya, pasar sudah bergerak campuran sebelum sentimen berubah menjadi risk-off (mode menghindari risiko; investor cenderung menjual aset berisiko dan membeli aset aman). Di saham AS, Mag-7 (tujuh saham teknologi raksasa AS) naik 0,92%, melampaui pasar yang lebih luas, sementara indeks acuan Eropa sempat bertahan dekat level rekor sebelum sentimen berbalik. Laporan ini dibuat dengan alat AI dan ditinjau editor, berdasarkan rangkuman pengamatan pasar dari Tim Insights FXStreet.

    Pergeseran Sentimen Pasar dan Lindung Nilai Volatilitas

    Setelah pembalikan tajam dari rekor tertinggi, terlihat perubahan sentimen yang dipicu risiko geopolitik. CBOE Volatility Index (VIX, ukuran “ketakutan” pasar yang mencerminkan perkiraan volatilitas S&P 500) kemungkinan melonjak, mencerminkan ketidakpastian setelah langkah AS terhadap Iran. Secara historis, peristiwa serupa membuat VIX naik 20-30% dalam satu sesi, sehingga lindung nilai (hedging, melindungi portofolio dari potensi rugi) dan strategi berbasis volatilitas menjadi penting.

    Penurunan mendadak ini membuat pembelian opsi put (hak untuk menjual pada harga tertentu; biasanya dipakai untuk melindungi dari penurunan) pada indeks utama seperti S&P 500 dan Nasdaq menarik untuk melindungi risiko penurunan. Karena pasar baru saja mencetak rekor pada 27 Mei 2026, banyak posisi rentan terkoreksi cepat. Karena itu, dipertimbangkan put SPY dan QQQ (ETF, produk reksa dana yang diperdagangkan seperti saham; SPY mengikuti S&P 500 dan QQQ mengikuti Nasdaq-100) dengan jatuh tempo dalam beberapa pekan ke depan untuk melindungi dari penurunan lanjutan.

    Peluang di Energi, Obligasi, dan Saham Internasional

    Lonjakan harga minyak menjadi dampak langsung yang perlu diantisipasi. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI, patokan harga minyak AS) sudah naik lebih dari 4% menembus US$85 per barel, level tertinggi sejak akhir 2025. Posisi beli (long; mengambil keuntungan jika harga naik) pada futures minyak atau opsi call (hak untuk membeli pada harga tertentu; diuntungkan saat harga naik) pada ETF sektor energi dinilai berpotensi berkinerja baik selama ketegangan berlanjut.

    Naiknya yield US Treasury, dengan tenor 10 tahun di 4,53%, menandakan meningkatnya kekhawatiran inflasi terkait biaya energi yang lebih tinggi. Ini membebani peluang pemangkasan suku bunga; probabilitas pemangkasan suku bunga musim panas menurut CME FedWatch Tool (alat yang memperkirakan peluang keputusan suku bunga The Fed berdasarkan harga derivatif) kemungkinan turun di bawah 30% dari di atas 50% pekan lalu. Ini membuka peluang untuk mengambil posisi jual (short; diuntungkan saat harga turun) pada futures Treasury atau membeli put pada ETF obligasi seperti TLT (ETF yang melacak US Treasury jangka panjang).

    Aksi jual di pasar Asia, terutama pada indeks yang banyak berisi saham teknologi seperti KOSPI dan Hang Seng, menunjukkan perpindahan dari aset yang sensitif terhadap pertumbuhan. Ini sinyal risk-off yang sering mendahului pelemahan di pasar maju lain. Ini dapat dimanfaatkan lewat derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures) untuk mengambil posisi short pada ETF saham internasional sebagai lindung nilai terhadap risiko penularan pelemahan global.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code