Analis Commerzbank: MAS Perketat Kebijakan, Percepat Penguatan SGD NEER, Prioritaskan Pengendalian Inflasi Ketimbang Pertumbuhan

    by VT Markets
    /
    Apr 15, 2026

    Otoritas Moneter Singapura (MAS) memperketat kebijakan dengan sedikit menaikkan laju penguatan Nilai Tukar Efektif Nominal (NEER) dolar Singapura (SGD). NEER adalah indeks nilai tukar berbasis “keranjang” mata uang mitra dagang utama (berbobot perdagangan), bukan hanya terhadap satu mata uang. Laju penguatan ini diperkirakan 1,75% per tahun, naik dari 1,5% sebelumnya, dan langkah ini ditujukan untuk menahan inflasi, bukan mendorong pertumbuhan.

    Saat inflasi mereda pada akhir 2024, MAS menurunkan laju penguatan dua kali, pada Januari dan April 2025. Dalam pembaruan terbaru, proyeksi inflasi utama (headline, yaitu inflasi keseluruhan) dan inflasi inti (core, yaitu inflasi yang biasanya tidak memasukkan komponen yang bergejolak seperti pangan dan energi) direvisi naik.

    Setelah pengumuman, USD/SGD naik tipis ke 1,2740. NEER SGD diperkirakan berada dekat sisi terkuat dalam “pita kebijakan” (policy band, yaitu kisaran target NEER yang dikelola MAS). Ini mengindikasikan kisaran USD/SGD sekitar 1,2600–1,3120 dengan titik tengah sekitar 1,2850.

    Renminbi (CNY) menjadi faktor jangka pendek yang perlu dipantau karena merupakan komponen penting dalam NEER SGD. SGD menguat sekitar 6% terhadap dolar AS pada 2025 dan naik 0,9% sejauh tahun ini, dibanding rata-rata -0,9% untuk mata uang Asia (di luar Jepang).

    Bagi pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka), ini mengarah pada strategi menjual saat USD/SGD menguat. Pasangan ini diperkirakan bergerak dalam kisaran 1,2600 hingga 1,3120, sehingga strategi seperti menjual opsi jual (put) “di luar harga pasar” (out-of-the-money, yaitu harga kesepakatan/strike berada di bawah harga pasar saat ini) pada USD/SGD dengan strike dekat 1,2600 menjadi menarik. Strategi ini diuntungkan jika SGD tetap kuat dan volatilitas (tingkat naik-turun harga) menurun.

    Kebijakan ini merupakan pembalikan arah dibanding tahun lalu. Pada awal 2025, MAS dua kali memperlambat laju penguatan ketika tekanan inflasi mereda. Langkah terbaru ini memberi sinyal bank sentral tetap proaktif dan siap bertindak lagi bila diperlukan untuk mengendalikan kenaikan harga.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code