Analis MUFG Michael Wan: Trump Mulai Blokade Laut Hormuz, Namun Aset Berisiko Menguat di Tengah Pembicaraan AS–Iran

    by VT Markets
    /
    Apr 14, 2026

    Blokade laut Angkatan Laut AS di Selat Hormuz telah dimulai pada era Trump, sementara pembicaraan antara AS dan Iran masih berlangsung. Meski ada blokade, aset berisiko (seperti saham dan mata uang negara berkembang yang sensitif terhadap sentimen) kembali menguat.

    Sentimen pasar kini bergantung pada seberapa ketat blokade diterapkan dan apakah negosiasi menghasilkan kesepakatan. Perubahan dalam penegakan atau diplomasi dapat mengubah arah pasar.

    Pasar Asia dinilai lebih rentan karena bergantung pada pengiriman energi melalui Selat Hormuz. Kepekaan ini membuat pergerakan mata uang regional dan pasar secara luas terkait erat dengan perkembangan di selat tersebut.

    Kami melihat pemulihan yang rapuh pada aset berisiko setelah blokade laut AS di Selat Hormuz dimulai, didorong oleh pembicaraan diplomatik yang masih berjalan. Namun ketenangan ini bisa menipu: Brent sempat melonjak lebih dari 20% ke US$115 per barel pekan lalu sebelum turun dan stabil di sekitar US$105 setelah ada kabar negosiasi. Pelaku pasar dapat mempertimbangkan membeli opsi beli (call option), yaitu kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk membeli pada harga tertentu, pada kontrak berjangka (futures) minyak. Pilih opsi yang “out-of-the-money” (harga strike di atas harga pasar saat ini), yang biasanya lebih murah, untuk mendapat peluang untung jika perundingan gagal dan blokade diperketat.

    Ketidakpastian geopolitik ini mendorong volatilitas (tingkat naik-turun harga) pasar, dengan CBOE Volatility Index (VIX)—sering disebut “indeks ketakutan” karena mengukur ekspektasi gejolak pasar saham AS—melonjak dari 15 ke puncak 28, level yang terakhir terlihat saat kekhawatiran sektor perbankan tahun lalu. Meski VIX turun ke sekitar 22, level yang masih tinggi ini menandakan tekanan pasar belum hilang. Menggunakan kontrak berjangka VIX atau opsi pada ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa) yang mengikuti volatilitas dapat menjadi lindung nilai (hedging), yakni perlindungan nilai portofolio, jika eskalasi mendadak mengguncang pasar saham global.

    Pasar Asia sangat rentan mengingat sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati selat ini, dengan Jepang, China, dan Korea Selatan sebagai pengimpor utama. Pada reaksi awal, Yen Jepang dan Won Korea Selatan sama-sama melemah lebih dari 2% terhadap dolar AS sebelum pulih sebagian. Opsi jual (put option), yaitu kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu, pada mata uang tersebut terhadap dolar dapat menjadi cara lindung nilai yang lebih tepat sasaran bila ketegangan kembali memanas dan lebih memukul perekonomian mereka.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code