Seorang senator di Komite Perbankan menarik keberatannya terhadap nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed (bank sentral AS) setelah Departemen Kehakiman AS menghentikan penyelidikan pidana terkait pekerjaan konstruksi di gedung The Fed yang melibatkan Jerome Powell. Perubahan ini diperkirakan membuka jalan bagi Komite Perbankan untuk menyetujui nominasi Warsh besok.
Setelah pemungutan suara di komite, Warsh bisa dikonfirmasi oleh Senat pada awal Mei, bahkan mungkin secepat minggu depan, dan dapat menggantikan Powell pada pertengahan Mei. Laporan tersebut menambah ketidakpastian soal apakah Powell akan tetap menjadi anggota Dewan Gubernur The Fed setelah pergantian ketua.
Dampak Transisi Pimpinan The Fed bagi Pasar
Laporan itu mencatat inflasi masih tinggi dan membahas apakah Warsh akan mendukung pemangkasan suku bunga lebih cepat. Disebutkan pula adanya tekanan dari presiden AS serta kekhawatiran soal independensi jangka panjang The Fed (kemampuan bank sentral mengambil keputusan tanpa campur tangan politik).
Ekonom Commerzbank memperkirakan pemangkasan suku bunga acuan pertama terjadi mendekati akhir tahun, lalu diikuti dua pemangkasan lagi pada 2027. Artikel tersebut menyebut dibuat dengan bantuan alat AI (kecerdasan buatan) dan ditinjau editor.
Dengan peluang Kevin Warsh memimpin The Fed pada pertengahan Mei, pasar kemungkinan akan mengubah ekspektasi. Pergantian ini menambah ketidakpastian, dan variabel utamanya adalah persepsi bahwa Warsh lebih terbuka pada tekanan politik untuk memangkas suku bunga. Proses konfirmasi—dimulai dari pemungutan suara komite besok—berpotensi memicu gejolak harga dalam beberapa hari ke depan.
Volatilitas Suku Bunga dan Penempatan Posisi
Saat ini pasar hanya memperhitungkan peluang 50% untuk satu kali pemangkasan suku bunga hingga akhir 2026, berdasarkan harga SOFR futures (kontrak berjangka yang mengacu pada SOFR, yaitu suku bunga referensi pinjaman jangka sangat pendek di AS yang menjadi patokan pasar). Jika The Fed di bawah Warsh dianggap akan lebih menuruti tekanan, maka strategi yang dipertaruhkan adalah suku bunga lebih rendah pada paruh akhir tahun. Ini dapat dilakukan dengan membeli kontrak SOFR futures Desember 2026 atau Maret 2027, yang nilainya naik bila pasar mulai memperkirakan pemangkasan suku bunga yang lebih besar dan lebih cepat.
Berkaca pada 2018, saat Jerome Powell mengambil alih dari Janet Yellen, pasar sempat menyesuaikan arah kebijakan dan memicu pergerakan tajam. Riwayat ini menunjukkan pergantian pimpinan dapat mengguncang tren yang sudah terbentuk. Karena itu, opsi (instrumen derivatif yang memberi hak beli/jual pada harga tertentu) berjangka lebih panjang pada indeks utama dapat berguna untuk menangkap potensi perubahan arah kebijakan di akhir tahun.
The Fed yang lebih dovish (lebih mendukung suku bunga rendah) biasanya melemahkan dolar AS dan menguatkan obligasi. Dollar Index/DXY (indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) bertahan di atas 106 kuartal ini, namun bisa berbalik cepat jika ekspektasi pemangkasan suku bunga meningkat di bawah kepemimpinan baru. Karena itu, dapat dipertimbangkan membeli call option (opsi beli) pada ETF obligasi seperti TLT atau put option (opsi jual) pada dolar AS terhadap mata uang utama lain.