AUD/JPY melanjutkan kenaikan yang dimulai pada 6 April, diperdagangkan di dekat 114,10 pada jam perdagangan Eropa, Kamis. Grafik harian menunjukkan pasangan ini naik di dalam *ascending channel* (saluran naik, yaitu pola pergerakan harga yang membentuk batas bawah dan atas yang sama-sama menanjak).
Harga bergerak di atas *Exponential Moving Average* (EMA/rata-rata bergerak eksponensial, indikator tren yang lebih menekankan data terbaru) periode 9 dan 50. *Relative Strength Index* (RSI/indikator kekuatan tren dan potensi jenuh beli-jenuh jual) 14 hari sedikit di atas 70,00, menandakan kondisi *overbought* (jenuh beli, harga sudah naik terlalu cepat sehingga berisiko koreksi).
Aksi Harga Terkini dan Level Resistensi
Pasangan ini bertahan dekat rekor tertinggi sepanjang masa 114,20 yang tercapai lebih awal pada sesi ini. Target kenaikan berikutnya adalah batas atas saluran di sekitar 114,70.
Support berada di EMA 9 hari pada 112,76, lalu batas bawah saluran di sekitar 111,70. Jika turun menembus saluran, EMA 50 hari di 110,61 menjadi level berikutnya.
Penurunan di bawah 110,61 dapat mengarahkan perhatian ke area dekat terendah hampir dua bulan di 108,79. Bagian teknikal laporan ini dibuat dengan bantuan alat AI.
Tren naik yang kuat menunjukkan dorongan (*momentum*, yaitu kekuatan pergerakan harga) masih mendukung kenaikan, tetapi RSI yang mengindikasikan jenuh beli membuat posisi *long* (beli, berharap harga naik) sederhana menjadi berisiko. Kondisi ini cocok untuk menggunakan opsi (instrumen turunan/derivatif yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual pada harga tertentu), misalnya membeli *call option* Mei (hak membeli) untuk menargetkan pergerakan menuju 114,70. Strategi *bull call spread* (membeli call pada strike lebih rendah dan menjual call pada strike lebih tinggi untuk menekan biaya awal) juga bisa dipakai agar biaya lebih rendah, sambil tetap mendapat keuntungan jika harga lanjut naik.
Faktor Fundamental dan Manajemen Risiko
Gambaran teknikal ini didukung pendorong fundamental yang menguat sepanjang 2025. Selisih suku bunga masih menjadi faktor utama, dengan suku bunga acuan Reserve Bank of Australia di 4,35% sementara suku bunga kebijakan Bank of Japan berada di sekitar 0,1%. Kesenjangan imbal hasil ini membuat *carry trade* (strategi meminjam mata uang bersuku bunga rendah untuk membeli mata uang bersuku bunga lebih tinggi) tetap menarik, sehingga minat untuk melawan dolar Australia berkurang.
Namun, risiko koreksi jangka pendek menuju support 112,76 tetap ada, terutama karena RSI sudah tinggi. Risiko ini bisa dilindungi dengan membeli *put option* (hak menjual), yang dapat melindungi posisi long atau memberi peluang untung dari penurunan sementara. Koreksi tajam namun singkat pernah terjadi saat kondisi jenuh beli serupa pada pertengahan 2025, sehingga lindung nilai kecil layak dipertimbangkan.
Kami juga memantau faktor eksternal seperti harga bijih besi yang baru-baru ini stabil di sekitar US$115 per ton setelah melemah. Penguatan lanjutan komoditas, ditambah sinyal ekonomi positif dari China, berpotensi mendorong kenaikan berikutnya pada pasangan ini. Ini memperkuat alasan untuk mempertahankan posisi derivatif yang bullish (mengantisipasi kenaikan) dalam beberapa pekan ke depan.