AUD/USD Naik untuk Sesi Keempat, Harapan De-eskalasi dari Gencatan Senjata AS–Iran Melemahkan Dolar AS

    by VT Markets
    /
    Apr 10, 2026

    AUD/USD naik untuk hari keempat pada Kamis, dengan pasangan ini di sekitar 0,7087 dan mendekati level tertinggi hampir tiga pekan. Dolar AS melemah setelah AS dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan.

    Ketenangan pasar memudar setelah Iran mengatakan tiga bagian perjanjian dilanggar menyusul serangan Israel ke Lebanon. Minat terhadap aset berisiko (risk appetite, yaitu selera pasar untuk mengambil risiko dan membeli aset yang lebih bergejolak) tetap hati-hati, sehingga dolar Australia terutama bergerak mengikuti arah dolar AS, dengan dukungan tambahan dari pandangan Reserve Bank of Australia (RBA) yang cenderung “hawkish” (lebih condong menaikkan suku bunga atau menahannya tinggi untuk menekan inflasi).

    Pembicaraan AS–Iran dan Sensitivitas Pasar

    Fokus tertuju pada pembicaraan AS–Iran yang dijadwalkan akhir pekan ini di Pakistan. NBC mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan Presiden Donald Trump mendesak Israel mengurangi serangan ke Lebanon, sementara Benjamin Netanyahu menyatakan pembicaraan langsung dengan Lebanon akan segera dimulai terkait pelucutan senjata Hizbullah dan upaya perdamaian.

    Data AS beragam, dengan inflasi PCE inti (core PCE, ukuran inflasi pilihan The Fed yang tidak memasukkan harga makanan dan energi yang mudah bergejolak) sebesar 0,4% MoM pada Februari (MoM = dibanding bulan sebelumnya) dan tingkat tahunan 3% (YoY = dibanding periode yang sama tahun lalu), turun dari 3,1%. Pertumbuhan PDB (GDP) final kuartal IV direvisi menjadi 0,5% dari 0,7% (PDB/GDP = nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara; revisi berarti angka sebelumnya diperbarui).

    Inflasi CPI AS (CPI = indeks harga konsumen, ukuran inflasi yang paling sering dikutip) dijadwalkan rilis Jumat, dengan perkiraan 0,9% MoM versus 0,3% pada Februari, dan 3,3% YoY versus 2,4%. Risalah rapat The Fed bulan Maret (Fed Minutes = catatan rinci diskusi rapat kebijakan bank sentral AS) menyebut mayoritas melihat risiko konflik Timur Tengah terhadap pekerjaan yang bisa mendukung pemangkasan suku bunga, sementara banyak pihak memperingatkan inflasi bisa tetap tinggi—terutama jika harga minyak naik—yang bisa mendukung kenaikan suku bunga.

    Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code