AUD/USD diperdagangkan dekat bagian atas zona konsolidasi 0,7100–0,7200, bergerak di sekitar 0,7200. Pada akhir sesi Amerika Utara, pasangan ini naik 0,10% dan berpotensi menutup pekan 0,84% lebih tinggi.
Pola bullish engulfing (pola candlestick ketika candle naik “menelan” candle turun sebelumnya, sering dibaca sebagai sinyal pembalikan naik) disebut membantu menahan penurunan. Sementara itu, Relative Strength Index atau RSI (indikator kekuatan tren/kecepatan pergerakan harga) tetap di atas 50. Kombinasi ini mengarah pada momentum naik dalam rentang 100 pip (pip = satuan perubahan harga kecil pada pasangan valas; 100 pip kira-kira setara 0,0100 pada AUD/USD).
Key Technical Levels
Resisten (hambatan kenaikan) terlihat di 0,7250, lalu 0,7282 (tertinggi 3 Juni 2022) dan 0,7300. Level lain yang disebut adalah 0,7661 (5 April 2022).
Jika pasangan menutup di bawah 0,7200, support (penopang harga) mencakup SMA 20-hari di 0,7121, lalu 0,7100 dan SMA 50-hari di 0,7059. SMA (simple moving average) adalah rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu untuk membantu melihat arah tren.
Dolar Australia dipengaruhi kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA), harga komoditas, dan kondisi ekonomi China. RBA menargetkan inflasi 2–3% dan juga dapat menggunakan pelonggaran atau pengetatan kuantitatif (quantitative easing/tightening: menambah atau mengurangi pembelian aset untuk melonggarkan atau mengetatkan likuiditas dan kredit).
Bijih besi adalah ekspor terbesar Australia, sekitar US$118 miliar per tahun berdasarkan data 2021. Hasil neraca perdagangan (selisih nilai ekspor dan impor) juga dapat memengaruhi mata uang.