Bank Rakyat Tiongkok (People’s Bank of China/PBOC) menetapkan kurs tengah (central parity rate) USD/CNY untuk Rabu di 6,8582. Angka ini dibandingkan dengan penetapan (fixing) hari sebelumnya 6,8593 dan perkiraan Reuters 6,8096.
PBOC bertujuan menjaga stabilitas harga, termasuk stabilitas nilai tukar, serta mendukung pertumbuhan ekonomi. PBOC juga mendorong reformasi keuangan, seperti membuka dan mengembangkan pasar keuangan.
PBOC dimiliki negara Republik Rakyat Tiongkok dan bukan lembaga yang sepenuhnya independen. Sekretaris Komite Partai Komunis Tiongkok di PBOC, yang dinominasikan oleh Ketua Dewan Negara (State Council, lembaga pemerintahan pusat), memiliki pengaruh besar; Pan Gongsheng memegang jabatan tersebut sekaligus menjadi gubernur PBOC.
PBOC menggunakan sejumlah instrumen. Di antaranya suku bunga reverse repo tujuh hari (transaksi bank sentral menyerap atau menambah likuiditas jangka pendek lewat jual-beli surat berharga dengan janji dibalikkan), Medium-term Lending Facility/MLF (fasilitas pinjaman jangka menengah dari bank sentral ke perbankan untuk menjaga ketersediaan dana), operasi valuta asing (intervensi di pasar valas untuk mengarahkan nilai tukar), serta Reserve Requirement Ratio/RRR (rasio giro wajib minimum, yaitu porsi dana simpanan bank yang wajib ditahan di bank sentral). Loan Prime Rate/LPR adalah suku bunga acuan pinjaman (benchmark) yang memengaruhi biaya kredit, suku bunga KPR, imbal hasil tabungan, serta nilai tukar renminbi/yuan (mata uang Tiongkok).
Tiongkok memiliki 19 bank swasta. Yang terbesar termasuk WeBank dan MYbank. Sejak 2014, pemberi pinjaman domestik yang seluruh modalnya berasal dari swasta telah diizinkan.
Keputusan bank sentral menetapkan USD/CNY jauh lebih lemah daripada perkiraan pasar merupakan sinyal jelas. Ini menunjukkan preferensi resmi terhadap pelemahan yuan yang dikelola (managed depreciation), yaitu nilai tukar dibiarkan melemah namun tetap dikendalikan lewat kebijakan dan penetapan harian. Langkah ini mengindikasikan otoritas lebih memprioritaskan dukungan ekonomi daripada menjaga kekuatan mata uang dalam jangka sangat pendek.
Langkah tersebut selaras dengan data terbaru: pertumbuhan PDB (GDP) kuartal I 2026 sebesar 4,8%, sedikit di bawah target 5%, sementara ekspor Maret turun 1,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy, perbandingan dengan bulan yang sama tahun lalu). Mata uang yang lebih lemah membuat barang Tiongkok lebih murah bagi pembeli luar negeri, sehingga membantu meredam perlambatan ekspor. Pola serupa terlihat pada kuartal III 2025 ketika serangkaian fixing yang lebih lemah membantu menstabilkan kinerja ekspor.
Perbedaan arah kebijakan (policy divergence) antara PBOC dan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) makin melebar, sehingga mendorong USD/CNY lebih tinggi. The Fed memberi sinyal akan menahan suku bunga kebijakan di 4,75% untuk mengendalikan inflasi jasa yang masih bertahan (persistent services inflation), sementara PBOC berada dalam fase pelonggaran (easing cycle), yaitu kecenderungan menurunkan suku bunga/kebijakan agar pendanaan lebih murah. Selisih suku bunga ini mendorong aliran dana lebih memilih aset berbasis dolar AS.
Bagi pelaku perdagangan derivatif (instrumen turunan, kontrak keuangan yang nilainya mengikuti aset acuan seperti kurs), ini mengarah pada strategi yang diuntungkan jika USD/CNY naik. Membeli opsi call dolar terhadap yuan (hak, bukan kewajiban, untuk membeli dolar pada kurs tertentu sebelum jatuh tempo) memberi cara dengan risiko terukur untuk menangkap potensi kenaikan. Mengingat gaya pengelolaan PBOC, volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan gejolak harga yang tercermin dalam harga opsi) kecil kemungkinannya melonjak, sehingga premi opsi (biaya membeli opsi) relatif masuk akal untuk posisi searah.
Sebagai alternatif, trader dapat mempertimbangkan kontrak forward USD/CNY posisi long (kontrak untuk mengunci kurs di masa depan). Risiko utama tetap perubahan kebijakan mendadak dari Beijing, namun indikator ekonomi saat ini belum mendukung perubahan arah tersebut. Fokus utamanya masih pada mendorong pertumbuhan.