Bob Savage dari BNY menyebut IEA memperingatkan konflik Iran dan penutupan Selat Hormuz akan membatasi pasokan minyak, mengguncang pasar

    by VT Markets
    /
    Apr 23, 2026

    Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) memperingatkan ancaman keamanan energi terbesar dalam sejarah, dan mengaitkannya dengan gangguan pasokan akibat konflik Iran serta penutupan Selat Hormuz. Pembicaraan dengan Iran disebut buntu, dengan selat tersebut sebagian besar ditutup.

    Lalu lintas kapal melalui Hormuz turun menjadi dua dari tiga pada hari sebelumnya, di tengah laporan kapal-kapal cepat bersenjata Iran menembaki kapal dagang. AS mencegat dua kapal tanker minyak dan mengawal tanker ketiga di Samudra Hindia, sementara Reuters melaporkan tiga pencegatan lain di perairan Asia dekat Sri Lanka dan Malaysia.

    Sinyal Pasar dan Guncangan Pasokan

    Pergerakan pasar mencakup kenaikan crack spread bensin dan solar (selisih harga produk minyak seperti bensin/solar dibanding minyak mentah; indikator margin kilang) serta peningkatan aktivitas opsi put Brent untuk Juni dan Juli (opsi put adalah kontrak yang memberi hak menjual pada harga tertentu; biasanya dipakai untuk lindung nilai saat takut harga turun). Backwardation Juni–Juli (kondisi harga kontrak dekat lebih mahal daripada kontrak bulan berikutnya; menandakan pasokan ketat) sempat mencapai US$6,50 dalam semalam.

    Sekitar 13 juta barel per hari pasokan minyak dilaporkan hilang, dengan rute tersebut berada di bawah blokade ganda. Sebelumnya, selat itu membawa arus rata-rata 20 juta barel per hari.

    Gangguan ini diperkirakan menekan pertumbuhan global, mendorong inflasi, dan meningkatkan risiko kelangkaan bahan bakar, dengan Eropa berpotensi menghadapi keterbatasan bahan bakar jet dalam beberapa pekan. Pelepasan stok darurat disebut hanya membantu sementara, dengan pembukaan kembali selat dinilai perlu dan diversifikasi pasokan serta pengurangan permintaan disebut sebagai opsi jika kelangkaan berlanjut.

    Penutupan Selat Hormuz yang berlanjut menjadi pendorong utama pasar energi per 23 April 2026. Dengan kontrak berjangka (futures) Brent bertahan di atas US$135 pagi ini, pasar menilai guncangan pasokan yang berat ini sudah sepenuhnya tercermin dalam harga. Backwardation ekstrem antara kontrak Juni dan Juli yang melebar melampaui US$6,50 menjadi sinyal perebutan pasokan untuk pengiriman cepat (pasokan fisik yang siap dikirim).

    Pelaku pasar disarankan fokus pada strategi yang diuntungkan oleh harga tinggi yang bertahan dan pasokan fisik yang ketat. Ini mencakup membeli opsi call Brent atau WTI bulan terdekat (opsi call memberi hak membeli pada harga tertentu; dipakai untuk mengambil peluang kenaikan) untuk menangkap potensi kenaikan lebih lanjut jika konflik meningkat. Bila dibandingkan dengan pasar 2022, backwardation saat ini hampir dua kali lipat dari puncak kepanikan pasca-invasi Ukraina, yang menunjukkan situasi lebih ketat untuk strategi calendar spread (memperdagangkan selisih harga dua kontrak dengan bulan berbeda).

    Selisih Produk dan Volatilitas

    Lonjakan crack spread bensin dan solar yang kini melampaui US$60 per barel menurut data terbaru menunjukkan margin kilang yang sangat tinggi. Ini membuat posisi beli (long) pada kontrak berjangka RBOB gasoline dan ULSD heating oil menarik (RBOB adalah kontrak bensin di AS; ULSD adalah solar sulfur rendah/jenis diesel), bahkan bisa lebih menarik daripada minyak mentah. Risiko kelangkaan bahan bakar dinilai besar, terutama untuk bahan bakar jet di Eropa, yang dapat mendorong harga produk tersebut lebih tinggi.

    Kenaikan tajam aktivitas opsi mencerminkan ketidakpastian besar soal durasi konflik, dengan implied volatility (perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi Brent jangka pendek melompat di atas 85%. Meski tren utama mengarah naik, peningkatan pembelian put untuk Juni dan Juli menunjukkan sebagian pelaku juga melakukan lindung nilai terhadap peluang terobosan diplomatik mendadak yang bisa membuat harga jatuh. Karena itu, strategi yang diuntungkan dari pergerakan harga besar ke dua arah layak dipertimbangkan.

    Pelepasan stok darurat hanya solusi sementara untuk hilangnya 13 juta barel per hari. Data mingguan terbaru menegaskan Strategic Petroleum Reserve (SPR) AS—cadangan minyak strategis milik pemerintah—turun lagi 12 juta barel, menjadi level terendah sejak 1983. Penyangga yang terbatas ini berarti bila blokade berlanjut hingga musim puncak perjalanan musim panas, krisis pasokan dapat memburuk signifikan.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code