Data FXStreet menunjukkan harga emas di India melemah, dengan emas turun dibandingkan sesi sebelumnya.

    by VT Markets
    /
    Apr 13, 2026

    Harga emas di India turun pada Senin, berdasarkan data yang dihimpun FXStreet. Emas dipatok di INR 14.228,50 per gram, turun dari INR 14.343,13 pada Jumat.

    Emas turun ke INR 165.964,10 per tola dari INR 167.297,20 per tola pada Jumat. Harga lain yang tercantum adalah INR 142.286,90 untuk 10 gram dan INR 442.562,80 per troy ounce.

    Bagaimana FXStreet Menghitung Harga Emas India

    FXStreet menghitung harga emas India dengan mengonversi harga internasional menggunakan kurs USD/INR (nilai tukar Dolar AS terhadap Rupee India), lalu menyesuaikannya dengan satuan ukuran lokal. Angka-angka ini diperbarui setiap hari memakai harga pasar pada saat publikasi, dan harga di pasar lokal bisa sedikit berbeda.

    Emas digunakan sebagai penyimpan nilai (aset yang dipertahankan untuk menjaga daya beli) dan untuk perhiasan, serta sering diperlakukan sebagai aset safe-haven (aset “tempat berlindung” yang cenderung dicari saat pasar bergejolak). Emas juga dipakai sebagai lindung nilai terhadap inflasi (kenaikan harga) dan pelemahan mata uang.

    Bank sentral adalah pemegang emas terbesar dan membeli 1.136 ton senilai sekitar US$70 miliar pada 2022, menurut World Gold Council. Harga emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan US Treasuries (obligasi pemerintah AS), dan juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko seperti saham.

    Harga emas dapat dipengaruhi geopolitik, kekhawatiran resesi (perlambatan ekonomi), suku bunga, dan Dolar AS, karena emas diperdagangkan dalam dolar (XAU/USD, yaitu pasangan harga emas terhadap Dolar AS). Artikel tersebut menyebutkan bahwa alat otomatis dipakai untuk membuatnya.

    Strategi Transaksi dan Prospek Pasar

    Penurunan harga emas baru-baru ini ke sekitar 14.228 INR per gram sebaiknya dilihat sebagai jeda sementara, bukan perubahan arah tren naik utama. Level ini, yang tetap tinggi dibandingkan sejarah, mencerminkan tekanan inflasi yang bertahan dalam dua tahun terakhir. Pelaku pasar derivatif (instrumen turunan, seperti opsi dan futures yang nilainya mengikuti aset dasar) dapat melihat pelemahan kecil ini sebagai peluang masuk, bukan sinyal untuk melakukan posisi jual (short, yaitu bertaruh harga turun).

    Pendorong utama tetap kebijakan bank sentral, terutama Federal Reserve AS. Dengan data inflasi AS Maret 2026 bertahan di 3,1%, The Fed mempertahankan sikap hawkish (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menekan inflasi). Namun, futures (kontrak berjangka yang mencerminkan ekspektasi pasar) menunjukkan probabilitas di atas 60% untuk pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun. Konfirmasi perubahan arah kebijakan ini kemungkinan melemahkan Dolar AS dan mendorong kenaikan berikutnya pada harga emas.

    Dinamika ini ditopang permintaan institusional yang besar, yang menjadi penahan kuat bagi harga. Data World Gold Council untuk kuartal I-2026 menunjukkan bank sentral global menambah 290 ton lagi ke cadangan mereka, melanjutkan tren de-dollarization (mengurangi ketergantungan pada Dolar AS) yang menguat sejak 2022. Pembelian yang konsisten dari pemain besar seperti China dan India membantu menahan emas dari koreksi harga yang lebih dalam.

    Melihat pergerakan pasar sepanjang 2025, muncul periode konsolidasi (gerak mendatar dalam kisaran tertentu) setiap kali data ekonomi AS yang kuat dirilis. Fase ini biasanya membuat pelaku pasar yang lemah keluar dari posisi sebelum tren naik berlanjut, sering dipicu ketegangan geopolitik atau dolar yang melemah. Kondisi saat ini mirip dengan pola yang terlihat pada musim panas lalu.

    Untuk beberapa pekan ke depan, trader dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari kenaikan harga atau volatilitas (besar-kecilnya fluktuasi harga). Membeli call option jangka panjang (opsi beli, hak untuk membeli pada harga tertentu) seperti dengan jatuh tempo Desember 2026 memungkinkan ikut potensi reli akhir tahun dengan risiko yang dibatasi. Trader yang lebih konservatif dapat mempertimbangkan menjual cash-secured puts (menjual opsi jual dengan dana tunai disiapkan sebagai jaminan) di bawah harga pasar saat ini untuk memperoleh premi (imbalan/fee dari penjualan opsi), dengan niat membeli emas di harga lebih rendah jika turun lagi.

    Namun, risiko utama tetap ada. Jika muncul serangkaian laporan tenaga kerja atau manufaktur AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan, pemangkasan suku bunga yang diantisipasi bisa tertunda, dolar menguat, dan emas tertekan. Laporan Commitment of Traders terbaru (laporan posisi pelaku pasar di bursa berjangka) juga menunjukkan spekulan besar sedikit mengurangi posisi net-long (posisi beli bersih, yaitu total beli dikurangi total jual), sehingga kehati-hatian tetap diperlukan.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code