Data Tunjukkan Harga Emas Naik di Uni Emirat Arab, Tarif UEA Menguat Menurut Data Kompilasi

    by VT Markets
    /
    Apr 22, 2026

    Harga emas di Uni Emirat Arab naik pada Rabu, berdasarkan data FXStreet. Emas mencapai AED 561,43 per gram, naik dari AED 557,34 pada Selasa.

    Per tola (satuan berat emas yang umum di Asia Selatan, sekitar 11,66 gram), emas naik menjadi AED 6.548,30 dari AED 6.500,67 sehari sebelumnya. FXStreet juga mencatat AED 5.614,17 untuk 10 gram dan AED 17.462,26 per troy ounce (ons troy, satuan standar untuk logam mulia, sekitar 31,1035 gram).

    Metode Konversi Harga Emas UEA

    FXStreet mengonversi harga internasional ke AED dengan memakai kurs USD/AED dan satuan lokal. Harga diperbarui setiap hari saat publikasi dan hanya sebagai acuan, karena harga di pasar lokal bisa sedikit berbeda.

    Bank sentral adalah pemegang emas terbesar dan menggunakannya untuk menyebar risiko cadangan. Mereka menambah 1.136 ton (ton metrik) senilai sekitar US$70 miliar pada 2022, total tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai.

    Harga emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan US Treasuries (obligasi pemerintah AS). Emas juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko seperti saham. Karena emas tidak memberi imbal hasil (yield/kupon), suku bunga yang lebih rendah dapat mendukung harga, sedangkan suku bunga yang lebih tinggi bisa menekan harga.

    Kenaikan harga emas mencerminkan perannya sebagai aset safe haven (aset lindung nilai saat pasar bergejolak). Pergerakan ini menjadi sinyal potensi ketidakstabilan pasar yang lebih luas. Kondisi saat ini menunjukkan pelaku pasar mencari perlindungan dari inflasi dan kemungkinan pelemahan mata uang.

    Pembelian Bank Sentral Menopang Emas

    Tren pembelian emas oleh bank sentral yang melonjak pada 2022 memberi dukungan kuat bagi pasar. Data terbaru World Gold Council untuk kuartal I-2026 menunjukkan bank sentral menambah bersih 290 ton ke cadangan, kuartal I terkuat dalam sejarah. Permintaan institusi yang berkelanjutan, terutama dari negara berkembang, membantu membentuk “lantai” harga (level harga yang cenderung menahan penurunan).

    Aksi bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), juga perlu diperhatikan karena emas tidak memberi imbal hasil. Setelah serangkaian penurunan suku bunga pada 2025, angka inflasi Maret 2026 sedikit lebih tinggi di 3,1%, sehingga pasar mempertanyakan apakah pemangkasan suku bunga akan berlanjut. Ketidakpastian suku bunga ini membuat emas lebih menarik dibanding aset yang imbal hasilnya berisiko tidak bertambah.

    Hubungan terbalik antara emas dan dolar AS tetap menjadi faktor penting. Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) melemah ke sekitar 103,5, turun dari level tertingginya pada musim gugur 2025. Dolar yang lebih lemah membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga dapat mendorong permintaan dan mengangkat harga.

    Bagi trader yang memakai derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures/kontrak berjangka yang nilainya mengikuti aset acuan), kombinasi ketegangan geopolitik dan ketidakjelasan suku bunga mengarah pada volatilitas (naik-turun harga yang lebih tajam) yang lebih tinggi dalam beberapa pekan ke depan. Ini membuat strategi yang diuntungkan dari pergerakan harga menjadi relevan. Banyak pelaku pasar kemungkinan mengambil posisi lewat call option (opsi beli, hak membeli di harga tertentu) untuk menangkap potensi kenaikan sambil membatasi risiko penurunan.

    Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code