Dekat 112,50, AUD/JPY melemah seiring sentimen risk-off dan tekanan pada AUD berlanjut usai rilis CPI China Maret

    by VT Markets
    /
    Apr 10, 2026

    AUD/JPY turun tipis setelah empat hari menguat, diperdagangkan dekat 112,50 pada jam perdagangan Eropa, Jumat. Pasangan ini melemah karena Dolar Australia masih tertekan setelah rilis data CPI (indeks harga konsumen/inflasi di tingkat konsumen) China untuk Maret.

    CPI China naik 1% secara tahunan (year on year) pada Maret, melambat dari 1,3% pada Februari dan di bawah perkiraan 1,2%. Secara bulanan (month on month), CPI turun 0,7% setelah sebelumnya naik 1,0%.

    Data Inflasi China Menekan Dolar Australia

    PPI China (indeks harga produsen/inflasi di tingkat pabrik) naik 0,5% secara tahunan setelah sebelumnya turun 0,9%, menjadi kenaikan pertama sejak September 2022. Kenaikan ini terkait biaya energi yang lebih tinggi akibat gangguan di Selat Hormuz.

    Dolar Australia juga tertekan oleh sikap pasar yang kembali menghindari risiko (risk aversion: investor cenderung menjauhi aset berisiko) karena ketidakpastian gencatan senjata AS–Iran. Rencana pembicaraan AS–Iran di Islamabad akhir pekan ini masih belum dikonfirmasi hingga Jumat.

    Yen Jepang mendapat dukungan karena pasar mulai memasukkan kemungkinan kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) pada April, seiring risiko inflasi yang dipicu harga minyak. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik mendekati 2,4%, dekat level tertinggi sejak 1998.

    Pemerintah Jepang mempertimbangkan melepas cadangan minyak tambahan setara sekitar 20 hari mulai awal Mei untuk menstabilkan pasokan domestik. Artikel ini dikoreksi pada 10 April pukul 08:32 GMT untuk memastikan CPI sebesar 1% dan bahwa AUD/JPY turun setelah empat hari menguat.

    Ekspektasi BoJ Dan Strategi Lindung Nilai

    Perbedaan arah Dolar Australia dan Yen Jepang membuka peluang. Inflasi China yang lebih lemah dari perkiraan menekan AUD karena hubungan dagang yang erat. Pada saat yang sama, pasar makin bertaruh BoJ akan menaikkan suku bunga bulan ini, sehingga Yen menguat.

    Sentimen risk-off tercermin di berbagai pasar, dengan CBOE Volatility Index (VIX/“indeks ketakutan” yang mengukur perkiraan volatilitas pasar saham AS) naik lebih dari 15% dalam sepekan dan bertahan dekat 16,5. Ini menunjukkan permintaan perlindungan portofolio meningkat. Membeli opsi jual (put option: kontrak untuk menjual aset pada harga tertentu, digunakan untuk melindungi risiko penurunan) AUD/JPY dengan jatuh tempo setelah rapat BoJ akhir April dinilai bisa menjadi cara untuk bersiap jika AUD/JPY turun dari 112,50.

    Secara teknikal (analisis berdasarkan grafik harga), level 111,80 menjadi perhatian karena sejalan dengan rata-rata pergerakan 100 hari (100-day moving average: rata-rata harga 100 hari terakhir) dan menjadi area penopang (support) dalam beberapa pekan terakhir. Jika harga menembus ke bawah support ini secara tegas, penurunan bisa berlanjut lebih dalam.

    Kenaikan cepat yield obligasi Jepang 10 tahun ke hampir 2,4% menunjukkan pasar domestik menilai kemungkinan kenaikan suku bunga semakin serius. Perhatian tertuju pada rapat kebijakan BoJ pada 25–26 April. Pertimbangan pemerintah melepas cadangan minyak menegaskan tekanan inflasi domestik yang didorong energi.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code