Derek Halpenny dari MUFG: Laba perusahaan AS yang kuat dan saham yang stabil menopang dolar di tengah ketegangan Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz

    by VT Markets
    /
    Apr 29, 2026

    Dolar AS relatif stabil karena saham AS tetap kuat dan laba perusahaan solid mengurangi sikap “menghindari risiko” (risk aversion, yaitu investor cenderung menjual aset berisiko dan pindah ke aset aman), meski ketegangan Timur Tengah meningkat dan Selat Hormuz masih ditutup. Latar belakang ini terkait dengan kenaikan imbal hasil (yield, yaitu tingkat keuntungan obligasi) AS di tenor pendek (front-end, yaitu obligasi jangka pendek seperti 2 tahun) dan permintaan dolar yang lebih kuat.

    Harga minyak mentah kembali di atas USD 110 per barel, meningkatkan risiko kondisi ekonomi yang lebih berat selama musim panas. Eropa dan Asia dinilai lebih rentan, dengan tekanan pelemahan tambahan pada euro dan mata uang Asia jika situasi berlanjut.

    Pesan FOMC dan Sikap Kebijakan

    Menjelang rapat FOMC (Federal Open Market Committee, komite di bank sentral AS/Fed yang menetapkan kebijakan suku bunga), pesan yang diharapkan adalah kebijakan moneter saat ini sudah cukup tepat di tengah ketidakpastian. Arah kebijakan (guidance, yaitu petunjuk Fed soal langkah suku bunga ke depan) diperkirakan tetap minim, dengan penekanan bahwa Fed punya waktu untuk menilai risiko.

    Ketua The Fed Jerome Powell diperkirakan terdengar lebih “hawkish” (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menekan inflasi) dibanding Maret, karena tanda risiko inflasi di tengah ekonomi dan pasar saham yang masih kuat. Jika yield tenor pendek naik, artikel menilai risiko penurunan EUR/USD meningkat dan risiko kenaikan USD/JPY bertambah.

    Dolar AS berpeluang menguat dalam beberapa minggu ke depan, meski pasar saham positif. Kami menilai The Fed akan lebih tegas terhadap inflasi pada rapat FOMC pekan ini. Pandangan ini membuka peluang di pasar valuta asing dan pasar suku bunga.

    Kenaikan harga minyak, yang kini konsisten di atas USD 112 per barel akibat situasi Hormuz, memicu kekhawatiran inflasi. Data CPI AS terbaru (Consumer Price Index/indeks harga konsumen, ukuran inflasi ritel) untuk Maret 2026 lebih panas dari perkiraan di 3,8%, memberi alasan bagi The Fed untuk lebih hawkish. Kami mencatat jeda kenaikan suku bunga (rate hike pause, yaitu Fed menahan kenaikan suku bunga) sepanjang sebagian besar 2025, tetapi data ini menunjukkan risiko kenaikan harga kembali menguat.

    Ide Trading di Valas dan Suku Bunga

    Bagi trader, ini mengarah pada dolar yang lebih kuat terhadap yen, terutama karena defisit perdagangan Jepang (trade deficit, yaitu impor lebih besar daripada ekspor) melebar akibat biaya energi tinggi. Membeli opsi call (hak membeli pada harga tertentu) pada pasangan USD/JPY bisa menjadi cara langsung untuk mengambil posisi atas potensi kenaikan ini. Strategi ini membatasi risiko (defined risk, kerugian maksimum sudah diketahui) jika momentum dolar melemah.

    Kami juga melihat euro makin rentan, karena Eropa lebih terpukul oleh guncangan energi. PMI manufaktur Jerman terbaru (Purchasing Managers’ Index, survei aktivitas bisnis; di bawah 50 berarti kontraksi) turun ke 48,5, menegaskan tekanan ekonomi ini. Karena itu, membeli opsi put (hak menjual pada harga tertentu) pada EUR/USD menjadi cara sederhana untuk memanfaatkan potensi penurunan.

    Ekspektasi The Fed yang lebih hawkish kemungkinan mendorong suku bunga AS jangka pendek naik. Trader dapat memosisikan diri dengan menjual (shorting, mengambil posisi yang untung jika harga turun) kontrak futures suku bunga jangka pendek, seperti yang berbasis SOFR (Secured Overnight Financing Rate, suku bunga acuan pasar uang AS). Transaksi ini untung jika yield di bagian depan kurva (front-end of the curve, yield obligasi jangka pendek) naik sesuai perkiraan.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code