Di tengah ketegangan Timur Tengah, GBP/JPY sentuh level tertinggi dua bulan, menguat lima sesi beruntun, mendekati 214,00

    by VT Markets
    /
    Apr 10, 2026

    GBP/JPY naik untuk hari kelima berturut-turut dan menyentuh level tertinggi dua bulan di sekitar 213,85 pada perdagangan awal Eropa, Jumat. Pasangan ini berpeluang membukukan kenaikan mingguan yang kuat.

    Yen Jepang tetap lemah di tengah kekhawatiran soal ketidakstabilan di Selat Hormuz. Iran kembali menutup lalu lintas melalui jalur tersebut setelah serangan Israel ke Lebanon, dan Donald Trump memperingatkan akan ada serangan baru jika kesepakatan dengan Iran gagal.

    Risiko Selat Hormuz dan Ketergantungan Energi Jepang

    Sekitar 90% impor minyak mentah Jepang melewati Selat Hormuz. Ini memicu kekhawatiran dampaknya terhadap ekonomi Jepang jika gangguan berlanjut.

    Benjamin Netanyahu mengatakan ia memerintahkan pejabat untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon secepat mungkin. Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan pembicaraan Lebanon–Israel akan digelar pekan depan di Washington, DC.

    Pembicaraan AS–Iran dijadwalkan bertahap dari Jumat malam hingga Sabtu. Harapan gencatan senjata membantu membatasi kenaikan harga minyak mentah dan mengurangi tekanan pada yen.

    Dolar AS yang lebih kuat menekan pound dan membantu menahan kenaikan GBP/JPY. Meski begitu, pasangan ini masih dalam tren naik, dengan penurunan (koreksi) diperkirakan terbatas.

    Dukungan “Carry Trade” dan Posisi Pasar

    Ralat pada 10 April pukul 08:14 GMT mengubah keterangan pergerakan menjadi tertinggi dua bulan di sekitar 213,85, bukan tertinggi satu bulan di sekitar 133,85.

    Pendorong utama pelemahan yen tetap selisih suku bunga yang besar. Selisih suku bunga adalah perbedaan tingkat bunga antarnegara yang sering mendorong aliran dana ke mata uang dengan bunga lebih tinggi. Saat Bank of England menahan suku bunga di 5,5% untuk menekan inflasi, langkah Bank of Japan yang baru menaikkan suku bunga ke 0,1% memberi dukungan yang kecil untuk yen. Selisih ini membuat posisi beli (long) GBP/JPY menarik lewat “carry trade”, yaitu strategi meminjam dalam mata uang berbunga rendah lalu menempatkan dana di mata uang berbunga lebih tinggi untuk mengejar keuntungan dari selisih bunga.

    Risiko geopolitik tetap menjadi titik lemah yen. Ketergantungan Jepang pada minyak mentah dari Timur Tengah belum berkurang, dengan data terbaru METI menunjukkan lebih dari 92% pasokannya masih melewati kawasan tersebut. Jika ketegangan meningkat, yen berisiko dijual cepat.

    Karena tren naik masih bertahan, pelaku pasar dapat melihat setiap penurunan GBP/JPY sebagai peluang untuk bersiap menuju kenaikan lanjutan. Membeli “call option” atau memakai “bull call spread” bisa menjadi cara untuk memanfaatkan potensi kenaikan sambil membatasi risiko. Call option adalah kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk membeli pada harga tertentu sebelum jatuh tempo. Bull call spread adalah strategi opsi dengan membeli call dan menjual call lain pada harga yang lebih tinggi untuk menekan biaya, tetapi juga membatasi potensi keuntungan. Strategi ini diuntungkan oleh kenaikan bertahap karena selisih suku bunga dan lonjakan “volatilitas” akibat berita geopolitik. Volatilitas adalah besarnya naik-turun harga dalam periode tertentu.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code