Ekonom Commerzbank Bernd Weidensteiner dan Christoph Balz menilai bagaimana kemungkinan penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (bank sentral AS, selanjutnya disebut The Fed) dapat memengaruhi kebijakan moneter (kebijakan suku bunga dan pengaturan uang beredar). Mereka mengatakan Warsh mengkritik kebijakan The Fed belakangan ini dan berpendapat kecerdasan buatan (AI, teknologi komputer yang meniru kemampuan manusia seperti analisis dan pengambilan keputusan) akan menurunkan inflasi (kenaikan harga barang dan jasa).
Mereka menilai AI tidak akan menurunkan inflasi, dan meragukan Warsh bisa menjaga independensi The Fed (kemampuan bank sentral mengambil keputusan tanpa campur tangan politik) dari Donald Trump. Mereka menambahkan kondisi ini bisa mendorong pemangkasan suku bunga yang terlalu cepat seiring waktu.
Implikasi bagi Kebijakan dan Inflasi
Mereka mencatat belum jelas apakah The Fed akan memenuhi dorongan pemangkasan cepat jika Warsh segera menjadi ketua. Mereka juga menyebut inflasi kembali naik setelah perang terhadap Iran, yang dapat menunda kembalinya inflasi ke target 2%.
Mereka menilai Warsh bisa kesulitan mendapatkan dukungan untuk pemangkasan suku bunga pada rapat pertamanya di Juni. Mereka menambahkan, jika suku bunga tidak berubah, ia bisa menghadapi tekanan dari presiden.
Mereka mempertahankan perkiraan bahwa langkah suku bunga The Fed berikutnya kemungkinan baru terjadi mendekati akhir tahun. Mereka menyebut Warsh butuh waktu untuk membangun posisi dan pengaruhnya di internal The Fed.