Emas turun tipis pada awal perdagangan Eropa, Kamis, namun masih bertahan di atas level terendah sejak 30 Maret yang tercapai pada Rabu. Dolar AS bertahan dekat level tertinggi enam pekan setelah risalah (notulen) Federal Reserve yang bernada ketat mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun.
Risalah rapat The Fed pada 28–29 April menyebut sebagian besar pengambil kebijakan akan mempertimbangkan kebijakan yang lebih ketat jika inflasi tetap bertahan di atas target 2%. CME Group FedWatch Tool—alat yang memperkirakan peluang keputusan suku bunga berdasarkan harga kontrak berjangka Fed Funds (kontrak derivatif yang mencerminkan ekspektasi suku bunga acuan)—menunjukkan pelaku pasar menilai peluang di atas 50% untuk kenaikan 25 basis poin (bps; 1 bps = 0,01 poin persentase) pada 2026.
Dolar Dan Geopolitik
Pelemahan dolar terbatas setelah komentar terkait pembicaraan AS-Iran. Presiden Trump mengatakan AS berada pada “tahap akhir” pembicaraan dengan Iran, dan Wakil Presiden JD Vance menyebut Iran menginginkan kesepakatan, meski Trump juga memperingatkan kemungkinan aksi militer lanjutan.
Iran menolak ancaman tersebut dan memperingatkan bahwa serangan AS dan Israel yang berulang dapat memperluas perang. Iran juga meluncurkan “Persian Gulf Strait Authority” untuk mengendalikan lalu lintas melalui Selat Hormuz.
Secara teknikal (analisis teknikal: membaca pergerakan harga melalui grafik dan indikator), XAU/USD (harga emas dalam dolar AS) masih berada dalam kanal turun dan di bawah $4.682,12. RSI (14) 46,60—RSI (Relative Strength Index) adalah indikator momentum; di bawah 50 cenderung menunjukkan tekanan jual—sementara MACD berubah sedikit positif. MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator yang membandingkan dua rata-rata bergerak untuk melihat arah momentum.
Area resistance (resisten: batas atas yang sering menahan kenaikan) terlihat di $4.632,58 dan $4.682,12. Area support (support: batas bawah yang sering menahan penurunan) berada di sekitar $4.500, lalu $4.380,81.