EUR/USD Diperdagangkan di Dekat 1,1720 di Sesi Asia di Tengah Laporan AS Akan Menaikkan Tarif atas Kendaraan Uni Eropa

    by VT Markets
    /
    May 4, 2026

    EUR/USD turun setelah dibuka dengan gap naik (harga pembukaan langsung lebih tinggi dari penutupan sebelumnya), tetapi tetap di zona positif di dekat 1,1720 saat perdagangan Asia pada Senin. Pergerakan ini terjadi karena euro tertekan oleh aksi dagang baru dari AS.

    Presiden Donald Trump mengatakan AS akan menaikkan tarif (pajak impor) untuk mobil dan truk Uni Eropa menjadi 25% dari 15% pekan ini, dengan alasan dugaan pelanggaran perjanjian dagang. Ia juga memperingatkan bahwa kendaraan buatan UE akan dikenai bea masuk (pungutan impor) lebih tinggi kecuali produksi dipindahkan ke pabrik di AS.

    Euro Kembali Tertekan Oleh Isu Perdagangan

    Komisi Eropa menolak klaim pelanggaran tersebut dan menyatakan pihaknya mematuhi kesepakatan musim panas lalu. Komisi Eropa menegaskan akan melindungi kepentingan UE jika AS melanggar perjanjian.

    Pasangan ini juga melemah karena dolar AS memangkas pelemahan sebelumnya seiring meningkatnya penghindaran risiko (investor memilih aset aman) akibat ketegangan di Timur Tengah. Bloomberg melaporkan pada Minggu bahwa Trump mengatakan AS akan mulai mengawal sebagian kapal netral yang terjebak di Teluk Persia keluar melalui Selat Hormuz mulai Senin.

    Ebrahim Azizi, mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran dan ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen, mengatakan campur tangan AS dalam aturan pelayaran baru di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata (kesepakatan berhenti bertempur). Ia menegaskan Selat Hormuz dan Teluk Persia bukan tempat untuk retorika.

    Penghindaran risiko mendadak yang terlihat pada 2025 membuat volatilitas valas (naik-turun harga mata uang) melonjak, dengan indikator seperti indeks MOVE sempat menembus 140. Indeks MOVE adalah ukuran gejolak imbal hasil obligasi AS dan sering dipakai sebagai sinyal ketidakpastian pasar. Kondisi ini menegaskan manfaat opsi (kontrak derivatif yang memberi hak beli/jual pada harga tertentu) untuk perlindungan dari risiko tajuk politik yang sulit ditebak. Kami menilai pelaku pasar dapat mempertimbangkan membeli put berjangka panjang pada EUR/USD (opsi untuk menjual di harga tertentu, umumnya untung saat harga turun) sebagai lindung nilai (hedging) terhadap risiko penurunan, terutama ketika tensi politik kembali memanas.

    Pertimbangan Lindung Nilai Risiko Energi

    Eskalasi di Selat Hormuz tahun lalu juga memicu lonjakan singkat harga minyak Brent di atas US$100 per barel, pola yang kerap muncul saat konflik kawasan. Ketergantungan besar Zona Euro pada impor energi membuat euro rentan terhadap guncangan pasokan minyak. Karena itu, memegang posisi yang diuntungkan dari kenaikan harga energi—misalnya call option (hak membeli pada harga tertentu) atas kontrak berjangka WTI atau Brent—dapat menjadi lindung nilai tidak langsung terhadap pelemahan euro.

    Meski guncangan geopolitik spesifik itu mereda, tekanan ekonomi pada euro masih ada. Data Eurostat terbaru April 2026 menunjukkan inflasi 2,4% dibanding 2,9% di AS yang lebih sulit turun. Artinya, Federal Reserve punya ruang lebih sempit untuk memangkas suku bunga dibanding Bank Sentral Eropa. Perbedaan dasar ini terus mengarah bahwa EUR/USD lebih berpeluang melemah, sehingga strategi derivatif berorientasi turun (bearish) terlihat menarik.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code