EUR/USD melemah seiring kekhawatiran Selat Hormuz mengangkat dolar; investor menimbang potensi pivot The Fed vs kehati-hatian ECB

    by VT Markets
    /
    May 8, 2026

    EUR/USD turun dari level tertinggi harian dekat 1,1778 ke sekitar 1,1748 setelah kekhawatiran baru soal Selat Hormuz mendorong penguatan Dolar AS dan kenaikan harga minyak. Indeks Dolar AS (DXY, ukuran nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) memantul menuju 98,00 setelah sebelumnya turun mendekati level sebelum perang pada awal pekan.

    Pasar menjadi lebih hati-hati setelah laporan bahwa AS mungkin mengaktifkan kembali “Project Freedom” untuk membantu membuka kembali jalur Selat Hormuz, mengutip pejabat AS melalui The Wall Street Journal. Namun, seorang pejabat AS kemudian mengatakan kepada Al Jazeera bahwa persiapan untuk melanjutkan operasi itu belum berjalan.

    Risiko Geopolitik dan Pengiriman

    CNN melaporkan Teheran mengeluarkan persyaratan baru bagi kapal yang melintasi selat, berdasarkan dokumen yang disebut telah dilihat CNN. “Vessel Information Declaration” (deklarasi data kapal) dari Otoritas Selat Teluk Persia yang baru, Persian Gulf Strait Authority/PGSA, wajib diisi semua kapal yang melintas. Besaran biaya lintas (transit fee, biaya untuk melewati jalur) masih belum jelas setelah laporan sebelumnya menyebut sekitar US$2 juta per sekali lewat.

    Langkah ini muncul di tengah laporan bahwa AS dan Iran mendekati kesepakatan untuk mengakhiri perang, dengan Iran meninjau proposal yang didukung AS dan diperkirakan merespons lewat mediator Pakistan dalam beberapa hari ke depan. Ketidakpastian energi membuat harga minyak bertahan tinggi, menambah risiko inflasi (kenaikan harga secara umum) dan memengaruhi kebijakan bank sentral.

    Presiden The Fed Boston Susan Collins mengatakan suku bunga mungkin perlu ditahan “lebih lama” dan bahwa “peluang skenario inflasi yang lebih buruk meningkat”. Pembuat kebijakan ECB Isabel Schnabel mengatakan kebijakan mungkin perlu diperketat bila guncangan energi menyebar, dengan target mengembalikan inflasi ke 2%.

    Ide Perdagangan dan Posisi

    Dengan risiko geopolitik kini lebih dianggap sebagai ancaman latar belakang ketimbang krisis langsung, volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan gejolak harga yang tercermin dari harga opsi) pada opsi minyak mentah menyempit. Ini membuka peluang membeli opsi beli (call option, hak untuk membeli pada harga tertentu) yang “out-of-the-money” (harga kesepakatan/strike berada di atas harga pasar saat ini) pada kontrak berjangka (futures, kontrak jual-beli di masa depan) Brent atau WTI untuk beberapa bulan ke depan. Bila terjadi eskalasi mendadak di dekat Selat Hormuz, pasar bisa cepat menyesuaikan harga risiko ini.

    Latar belakang dolar yang melemah membuat posisi beli (long, diuntungkan jika harga naik) pada EUR/USD menarik. Pertimbangkan membeli call spread EUR/USD (strategi opsi: membeli opsi call dan menjual opsi call lain pada strike lebih tinggi untuk membatasi biaya dan potensi untung) menargetkan pergerakan menuju 1,24 dalam 1–2 bulan. Strategi ini diuntungkan bila The Fed lebih cepat beralih ke kebijakan lebih longgar (dovish, cenderung menurunkan suku bunga) dibanding Bank Sentral Eropa.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code