EUR/USD bergerak kembali mendekati 1,1700 pada akhir perdagangan Eropa pada Senin, tetapi masih turun 0,2% pada hari itu. Pemulihan tertahan dekat Fibonacci retracement 50,0% di 1,1750 (Fibonacci retracement adalah alat analisis teknikal untuk memperkirakan area pantulan atau hambatan harga berdasarkan persentase pergerakan sebelumnya).
Minat terhadap aset berisiko melemah setelah putaran pertama pembicaraan AS-Iran gagal, karena Teheran menolak menghentikan ambisi nuklirnya. Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan memblokade pelabuhan Iran mulai 13 April pukul 10:00 ET (14:00 GMT) (blokade berarti pembatasan akses kapal atau barang masuk/keluar pelabuhan).
Permintaan Dolar Menguat
Kontrak berjangka saham AS (stock futures, yaitu indikasi arah pembukaan pasar saham sebelum sesi reguler) mengarah ke pembukaan lebih rendah untuk S&P 500. Permintaan terhadap Dolar AS naik, dengan Indeks Dolar AS (DXY, indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) naik 0,2% ke sekitar 99,00.
Secara teknikal, EUR/USD bertahan di atas EMA 20 hari di 1,1611 (EMA atau Exponential Moving Average adalah rata-rata bergerak yang lebih menekankan harga terbaru sehingga lebih cepat merespons perubahan) dan retracement 38,2% di 1,1671. RSI 14-periode berada di 57,6 (RSI atau Relative Strength Index adalah indikator momentum; di atas 50 menandakan dorongan naik, sedangkan area “overbought/jenuh beli” biasanya mendekati 70).
Resistance (area yang sering menahan kenaikan) berada di 1,1750, lalu 1,1830 pada retracement 61,8%. Support (area yang sering menahan penurunan) berada di 1,1671, lalu 1,1611, dengan level lanjutan di 1,1572 dan 1,1413.
Strategi Opsi Saat Pasar “Risk-Off”
Hari ini, dengan adanya gesekan baru di Laut China Selatan, terlihat pola serupa: arus dana menuju dolar sebagai aset aman. Indeks Volatilitas CBOE (VIX, ukuran volatilitas yang sering disebut “indeks ketakutan” karena mencerminkan perkiraan gejolak pasar saham) melonjak ke 23,5 minggu ini, jauh di atas rata-rata kuartal pertama 17. Kenaikan ini diperkuat data inflasi AS pekan lalu, yang menunjukkan core CPI tetap tinggi di 3,2% (core CPI adalah inflasi inti, biasanya tidak memasukkan harga makanan dan energi yang mudah bergejolak), sehingga The Fed (bank sentral AS) tidak punya banyak alasan untuk melonggarkan kebijakan.
Bagi pelaku pasar derivatif (derivatif adalah instrumen turunan nilainya mengikuti aset acuan seperti mata uang), kondisi ini mendukung strategi yang diuntungkan saat EUR/USD turun dan volatilitas meningkat. Membeli opsi put pada EUR/USD (opsi put adalah hak untuk menjual pada harga tertentu) atau memakai bear put spread (strategi menggabungkan beli put dan jual put di strike berbeda untuk menekan biaya/premi) bisa menjadi pendekatan yang lebih terukur saat premi naik karena volatilitas.
Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang “tertanam” dalam harga opsi) pada opsi EUR/USD meningkat, sehingga kontrak berjangka pendek untuk akhir April dan Mei lebih sensitif terhadap pergerakan harga. Pasangan ini kini kesulitan bertahan di atas level 1,0680, area support teknikal penting dari awal tahun. Jika tembus tegas di bawahnya, jalur menuju 1,0550 bisa terbuka, level yang tidak terlihat sejak kuartal keempat tahun lalu.