Euro Turun di Bawah 0,8650 terhadap Pound Sterling karena Data Lemah Zona Euro Membebani, Prospek Berbalik Lebih Mendukung

    by VT Markets
    /
    May 13, 2026

    Euro menjadi salah satu mata uang G8 yang paling lemah pada Rabu dan turun terhadap Sterling mendekati 0,8650 setelah gagal bertahan di sekitar 0,8700 pada Selasa. Pergerakan ini terjadi setelah data PDB (Produk Domestik Bruto, ukuran total nilai produksi ekonomi) dan produksi industri (output pabrik/manufaktur) Zona Euro lebih lemah, sementara Pound lebih stabil.

    PDB Zona Euro kuartal I, dalam estimasi kedua, menegaskan pertumbuhan 0,1%, turun dari 0,2% pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tahunan 0,8%, setelah 1,3% pada kuartal IV.

    Data Zona Euro Menekan Euro

    Produksi industri Zona Euro naik 0,2% pada Maret, di bawah perkiraan 0,3%, dan data Februari direvisi turun menjadi 0,2% dari 0,4%. Output tahunan turun -2,1% pada Maret, lebih buruk dari -0,8% pada Februari.

    Di Inggris, perhatian tetap pada ketegangan politik setelah kekalahan pemilu lokal dan pengunduran diri empat menteri junior pada Selasa. Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan akan tetap menjabat meski ada desakan untuk mundur.

    Kalender data Inggris relatif sepi pada Rabu, dengan PDB kuartal I dijadwalkan Kamis. Pertumbuhan diperkirakan membaik, meski data Maret diperkirakan lemah di tengah perang di Iran.

    Perubahan Arah Pertumbuhan pada 2026

    Jika dibandingkan dengan kondisi terbaru, gambaran ekonomi berubah. Estimasi kilat (perkiraan awal yang dirilis lebih cepat) Eurostat menunjukkan ekonomi Zona Euro tumbuh 0,3% pada kuartal I 2026, melampaui perkiraan dan menjadi pertumbuhan terkuat dalam lebih dari setahun. Sementara itu, data terbaru dari Office for National Statistics (lembaga statistik nasional Inggris) menunjukkan pertumbuhan PDB Inggris kuartal I 2026 melambat menjadi 0,2%, karena inflasi jasa (kenaikan harga di sektor layanan seperti transportasi, kesehatan, dan perhotelan) yang tetap tinggi membebani prospek.

    Perbedaan arah ini—kebalikan dari 2025—mengindikasikan penguatan Pound terhadap Euro bisa mulai kehilangan tenaga. Ceritanya berubah dari Zona Euro yang lesu dan Inggris yang tahan banting, menjadi Zona Euro yang pulih dan Inggris yang melambat.

    Jalur kebijakan bank sentral akan krusial dalam beberapa pekan ke depan. Bank of England menghadapi tekanan untuk melonggarkan kebijakan di tengah perlambatan pertumbuhan, sementara Bank Sentral Eropa (ECB) bisa menahan suku bunga lebih lama karena aktivitas ekonomi membaik dan inflasi inti (inflasi yang biasanya tidak memasukkan komponen bergejolak seperti energi dan pangan) masih di atas target, di 2,7%. Perbedaan kebijakan ini dapat menjadi pendorong berkelanjutan bagi Euro terhadap Pound.

    Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code