Harga Emas Malaysia Menguat Tipis karena Pembelian Bank Sentral Menopang Pasar yang Fokus pada Suku Bunga The Fed

    by VT Markets
    /
    May 14, 2026

    Harga emas di Malaysia naik pada Kamis, berdasarkan data FXStreet. Emas dipatok di MYR 594,12 per gram, naik dari MYR 592,23 pada Rabu.

    Emas naik menjadi MYR 6.929,82 per tola dari MYR 6.907,70 sehari sebelumnya. Harga lain yang tercatat adalah MYR 5.941,30 untuk 10 gram dan MYR 18.478,85 per troy ounce (ons troy, satuan standar perdagangan logam mulia internasional).

    FXStreet memperkirakan harga emas Malaysia dengan mengonversi harga internasional menggunakan kurs USD/MYR dan satuan ukuran lokal. Harga diperbarui setiap hari pada saat publikasi dan hanya sebagai acuan, karena harga di pasar lokal bisa sedikit berbeda.

    Bank sentral dilaporkan sebagai pemegang emas terbesar. Data World Gold Council menyebut bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar US$70 miliar pada 2022, pembelian tahunan tertinggi dalam catatan.

    Kenaikan kecil harga emas terbaru merupakan bagian dari tren yang lebih besar. Emas sering dipakai sebagai lindung nilai (aset pelindung) terhadap inflasi (kenaikan harga umum) dan kondisi pasar yang bergejolak, sehingga tetap menjadi fokus investor. Permintaan yang stabil ini menunjukkan penurunan harga kerap dipandang sebagai peluang beli.

    Aktivitas bank sentral terus menjadi penopang kuat harga emas. Bank sentral menambah rekor 1.037 ton pada 2023, lalu melanjutkan pembelian agresif sepanjang 2024 dan 2025, dengan bank sentral China menjadi pembeli yang konsisten selama 18 bulan berturut-turut hingga awal 2025. Permintaan berkelanjutan dari lembaga besar ini menjadi sinyal kuat yang mendukung pasar.

    Namun, kebijakan Federal Reserve AS (bank sentral Amerika Serikat) menjadi faktor penghambat. Sepanjang 2025, suku bunga berada pada kondisi “tinggi lebih lama” (suku bunga bertahan tinggi lebih lama), yang menguatkan dolar AS dan membuat emas yang tidak memberi imbal hasil (emas tidak memberi bunga atau kupon) kurang menarik. Kondisi ini membatasi kenaikan harga meski faktor dasar pasar (fundamental) kuat.

    Ketidakstabilan geopolitik dalam dua tahun terakhir juga membuat emas tetap diminati sebagai aset safe haven (aset pelindung saat risiko meningkat). Konflik global yang berlanjut menjaga permintaan sebagai perlindungan dari ketidakpastian. Faktor ini menahan koreksi harga yang lebih dalam meski suku bunga tinggi.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code