Harga minyak stabil mendekati US$100 seiring proposal AS-Iran memicu harapan Selat Hormuz dibuka kembali di tengah pasokan yang ketat

    by VT Markets
    /
    May 7, 2026

    Harga minyak dan gas turun pada Rabu setelah Iran mempertimbangkan proposal baru dari AS untuk mengakhiri konflik, sehingga harapan meningkat bahwa arus pengiriman lewat Selat Hormuz bisa pulih bertahap. Brent sempat diperdagangkan serendah US$96 per barel setelah turun menembus US$100 per barel, sementara harga gas Eropa juga melemah.

    Minyak stabil pada Kamis pagi di sekitar US$100 per barel, setelah anjlok hampir 8% pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini memangkas sebagian kenaikan sebelumnya yang dipicu kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah.

    Rincian Proposal dan Reaksi Pasar

    Proposal tersebut disebut berupa memo satu halaman yang dapat membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap dan membuat AS melonggarkan pembatasan akses ke pelabuhan Iran. Iran diperkirakan akan merespons melalui mediator (pihak penengah) dalam beberapa hari ke depan. Belum ada kesepakatan, dan negosiasi lanjutan masih diperkirakan, termasuk soal program nuklir Iran.

    Persediaan minyak mentah AS terus menipis, sehingga pasar makin bergantung pada pasokan AS untuk menutup gangguan arus dari Timur Tengah. Data EIA (Energy Information Administration/Administrasi Informasi Energi AS, lembaga statistik energi pemerintah AS) menunjukkan persediaan minyak mentah komersial AS turun 2,3 juta barel pekan lalu, dibanding data API (American Petroleum Institute/Asosiasi Perminyakan Amerika, rilis perkiraan stok dari industri) yang mencatat penurunan 8,1 juta barel dan perkiraan pasar turun 2,4 juta barel.

    Penurunan stok yang lebih kecil itu terjadi setelah ekspor merosot tajam, turun 1,7 juta barel per hari (b/d = barel per hari) dibanding pekan sebelumnya, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi pada pekan sebelumnya. Pasar energi diperkirakan tetap sangat peka terhadap berita AS–Iran.

    Harga minyak dan gas sempat turun tajam karena harapan adanya kesepakatan baru AS–Iran yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Brent menyentuh US$96 per barel sebelum kembali bertahan di sekitar US$100. Pergerakan ini menunjukkan pasar berharap ada solusi, tetapi tetap sangat berhati-hati.

    Volatilitas Opsi dan Implikasi Perdagangan

    Ketidakpastian seperti ini menjadi sinyal kuat bagi pasar opsi, di mana volatilitas tersirat (perkiraan pasar atas besarnya fluktuasi harga ke depan, tercermin dalam harga opsi) cenderung tetap tinggi. Trader dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari pergerakan harga besar, karena kegagalan kesepakatan bisa mendorong harga melonjak secepat penurunan yang terjadi saat ada harapan kesepakatan. Judul berita (headline) dari salah satu pihak dapat memicu pergerakan 5% dalam satu sesi.

    Faktor dasar (fundamental) masih mengarah ke pasar yang ketat, hal yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Laporan EIA pekan ini menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun lagi 1,4 juta barel, melanjutkan tren pengetatan sejak Maret. Kondisi pasokan yang ketat ini menjadi penopang kuat bagi harga bila upaya diplomasi tersendat.

    Dari sisi pasokan, laporan bulanan terbaru OPEC (Organisasi Negara Pengekspor Minyak) mengonfirmasi produksi April relatif stabil di sekitar 26,6 juta barel per hari, dengan anggota kunci tetap menjalankan pemangkasan produksi. Sementara itu, data terbaru CFTC (Commodity Futures Trading Commission/otoritas pengawas perdagangan berjangka AS) menunjukkan manajer dana memangkas posisi net long (posisi beli bersih: jumlah kontrak beli dikurangi kontrak jual) di minyak WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) untuk pekan kedua berturut-turut. Ini menandakan spekulan besar makin berhati-hati untuk terlalu yakin harga akan naik (bullish).

    Kita pernah melihat situasi serupa pada akhir 2025 ketika ketegangan di Laut Merah membuat volatilitas minyak melonjak sebelum mereda karena berita diplomasi. Peristiwa itu menunjukkan seberapa cepat premi risiko (tambahan harga karena risiko gangguan pasokan) masuk dan keluar dari harga pasar. Situasi Iran saat ini mirip, dengan pasar terbelah antara cerita diplomasi yang mendorong harga turun (bearish) dan realitas pasokan yang mendukung harga naik.

    Fokus beberapa pekan ke depan adalah mengelola risiko di sekitar pengumuman penting dari AS atau Iran. Menggunakan opsi berjangka sangat pendek (short-dated options: opsi dengan jatuh tempo dekat) dapat memberi eksposur pada volatilitas yang digerakkan berita sekaligus membatasi risiko penurunan dengan jelas. Lebih bijak bersiap menghadapi pergerakan besar ke dua arah daripada bertaruh pada satu hasil tertentu dari pembicaraan.

    Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code