Harga Minyak Turun Meski Ketegangan di Hormuz Memanas, Pasar Fokus pada Risiko Permintaan dan Volatilitas Opsi yang Meningkat

    by VT Markets
    /
    May 8, 2026

    Laporan media AS dan Iran pada Jumat menggambarkan aktivitas militer baru di dekat Selat Hormuz. Seorang reporter Fox News di X mengatakan militer AS melakukan serangan udara baru terhadap beberapa kapal tanker kosong yang mencoba menerobos blokade.

    Kantor berita Mehr Iran mengatakan ledakan terdengar di Sirik, kota pelabuhan dekat Selat Hormuz. Hingga laporan itu dibuat, belum ada penjelasan resmi.

    Fokus Pasar Bergeser ke Permintaan

    Pasar menunggu pernyataan resmi dari Washington atau Teheran, sementara perhatian tetap pada risiko eskalasi lanjutan. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI)—patokan harga minyak AS—turun 2,83% pada Jumat menjadi US$91,90 saat artikel ini ditulis.

    Melihat aksi militer di dekat Selat Hormuz, reaksi pasar ini tidak biasa. Umumnya, eskalasi semacam ini memicu lonjakan harga minyak. Namun kali ini WTI justru turun. Ketidaksesuaian ini menunjukkan pelaku pasar lebih khawatir pada pelemahan ekonomi luas daripada gangguan pasokan yang segera. (Gangguan pasokan berarti minyak sulit dikirim dari wilayah produsen sehingga pasokan ke pasar berkurang.)

    Dalam beberapa hari ke depan, kemungkinan besar volatilitas tersirat akan naik tajam. Volatilitas tersirat adalah perkiraan pasar terhadap besar kecilnya pergerakan harga ke depan, yang tercermin pada harga opsi. Artinya, opsi pada kontrak berjangka (futures) minyak mentah dan ETF seperti USO akan lebih mahal seiring naiknya ketidakpastian. (Opsi adalah kontrak yang memberi hak membeli/menjual aset pada harga tertentu; futures adalah kontrak jual-beli di masa depan; ETF adalah produk mirip reksa dana yang diperdagangkan seperti saham.) Trader bisa merespons dengan membeli volatilitas melalui strategi seperti long straddle, yaitu membeli opsi beli (call) dan opsi jual (put) sekaligus pada harga pelaksanaan yang sama, agar untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah.

    Penurunan harga ini kemungkinan terkait data ekonomi terbaru, karena pasar tampaknya lebih menimbang pelemahan permintaan daripada risiko pasokan. Contohnya, data terbaru Energy Information Administration (EIA)—lembaga pemerintah AS yang merilis statistik energi—menunjukkan stok minyak mentah AS naik tak terduga 1,8 juta barel pekan lalu, berlawanan dengan perkiraan penurunan. Ini melanjutkan tren permintaan global yang lebih lemah dari perkiraan sepanjang kuartal I 2026.

    Kondisi ini berbeda dari masa lalu. Setelah serangan drone ke fasilitas minyak Saudi pada September 2019, harga Brent—patokan harga minyak global—melonjak hingga 19% dalam satu hari. Pergerakan harga saat ini yang cenderung datar, bahkan negatif, menandakan perubahan besar: pasar kini lebih fokus pada sisi permintaan.

    Posisi Opsi dan Konteks Historis

    Jika melihat kembali kepanikan pasokan singkat pada akhir 2025, polanya mirip: lonjakan awal harga cepat memudar karena stok global yang tinggi menenangkan pasar. Tampaknya pelaku pasar kini memperhitungkan adanya “bantalan” yang besar terhadap gangguan seperti ini, setidaknya untuk sementara. Untuk beberapa pekan ke depan, kombinasi harga yang turun dan volatilitas yang naik membuat pembelian opsi call out-of-the-money menarik, karena menjadi cara yang relatif lebih murah untuk bertaruh pada pembalikan harga yang tajam bila konflik meningkat selama akhir pekan. (Out-of-the-money berarti opsi yang saat ini tidak menguntungkan jika langsung dieksekusi: call berada di atas harga pasar.)

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code