Indeks Harga Produsen (PPI) Jerman naik 2,5% secara bulanan (month-on-month/bulan ke bulan) pada Maret. Angka ini di atas perkiraan 1,4%.
Data ini menunjukkan harga di tingkat produsen naik lebih cepat dari perkiraan selama bulan tersebut. Laporan ini memberi gambaran perubahan harga di tingkat produsen di Jerman.
Implikasi Terhadap Inflasi Dan Kebijakan ECB
Data harga produsen Jerman pagi ini jauh lebih tinggi dari perkiraan, menandakan tekanan inflasi (kenaikan harga yang meluas) belum mereda. Ini menambah tekanan pada Bank Sentral Eropa (ECB) untuk meninjau kembali sikap netralnya soal suku bunga. Akibatnya, pasar kini memperkirakan ECB akan lebih “hawkish” (lebih condong menaikkan atau mempertahankan suku bunga tinggi untuk menahan inflasi) hingga sisa 2026.
Respons paling langsung adalah mengantisipasi suku bunga lebih tinggi untuk lebih lama, sehingga posisi jual (short/strategi meraih untung saat harga turun) pada kontrak berjangka (futures/kontrak standar untuk beli-jual di harga tertentu pada waktu tertentu) obligasi Jerman menjadi menarik. Imbal hasil (yield/tingkat keuntungan obligasi) Bund Jerman tenor 10 tahun sudah naik 12 basis poin (bps/0,01%) ke 2,95% setelah berita ini, tertinggi tahun ini. Kami memposisikan tren ini berlanjut dengan menjual kontrak futures Euribor (acuan suku bunga pasar uang euro), karena peluang pemangkasan suku bunga ECB pada September kini turun dari 60% menjadi di bawah 15%.
Kejutan inflasi ini berpotensi menjadi pendorong bagi euro, terutama terhadap dolar AS, karena data terbaru AS menunjukkan perlambatan ekonomi kecil. Kami membeli opsi call EUR/USD (opsi untuk membeli di harga tertentu sebelum jatuh tempo) dengan jatuh tempo kuartal ketiga untuk memanfaatkan perbedaan arah kebijakan (policy divergence/perbedaan kebijakan suku bunga) yang diperkirakan terjadi. Pasangan ini sudah menembus level resistance 1,1050 (resistance/area harga yang biasanya menahan kenaikan), dan pasar opsi valuta asing menunjukkan kecenderungan yang semakin kuat pada penguatan euro.
Untuk saham, ini menjadi hambatan jelas, karena biaya pinjaman yang lebih tinggi akan menekan laba perusahaan. Melihat ke belakang, indeks DAX sempat turun hampir 15% saat guncangan inflasi awal 2022, dalam periode ketidakpastian yang mirip. Karena itu, kami membeli opsi put pada DAX (opsi untuk menjual di harga tertentu), seiring indeks volatilitas Eropa VSTOXX (indikator naik-turunnya pasar/ukuran gejolak) melonjak 18% hari ini, menandakan pelaku pasar bersiap menghadapi gejolak yang lebih besar.