Indeks Redbook AS naik 9% secara tahunan (year on year/yoy, dibanding periode yang sama tahun lalu) pada pekan yang berakhir 22 Mei. Ini dibandingkan dengan angka sebelumnya 8,1%, yang mengisyaratkan pertumbuhan tahunan penjualan ritel yang dipantau menjadi lebih kuat.
Kenaikan ini setara tambahan 0,9 poin persentase dari laju sebelumnya. Indeks ini dipantau sebagai indikator berfrekuensi tinggi (data cepat yang diperbarui rutin) untuk membaca tren belanja konsumen di AS.
Kekuatan Konsumen dan Implikasi Kebijakan The Fed
Angka Redbook terbaru ini kami nilai menunjukkan konsumen masih kuat. Percepatan ke 9% berarti dorongan belanja belum melemah seperti yang dikhawatirkan. Permintaan yang tinggi ini menjadi penopang utama ekonomi saat ini.
Ketahanan konsumen berpotensi menambah tekanan inflasi (kenaikan harga secara luas), padahal inflasi inti April (Core CPI, Indeks Harga Konsumen inti—tidak memasukkan harga makanan dan energi yang biasanya bergejolak) masih 3,6%. Karena itu, kami memperkirakan Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) akan tetap “hawkish” (cenderung ketat, memprioritaskan pengetatan untuk menahan inflasi), sehingga menahan ekspektasi pasar soal pemangkasan suku bunga. Kontrak berjangka suku bunga Fed (Fed funds futures, produk derivatif yang mencerminkan perkiraan pasar atas suku bunga acuan The Fed) sudah menunjukkan peluang pemangkasan pada September turun menjadi 25% dalam beberapa pekan terakhir.
Posisi Pasar dan Strategi Volatilitas
Kami melirik opsi beli (call options, kontrak derivatif yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli aset pada harga tertentu) pada ETF (exchange-traded fund, reksa dana yang diperdagangkan di bursa) sektor barang konsumsi nonprimer dan ritel, seperti XRT, untuk mengambil peluang dari tren ini. Dengan XRT sudah naik lebih dari 12% tahun ini, kami bisa memakai bull call spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain pada strike/harga kesepakatan lebih tinggi untuk membatasi biaya dan risiko). Ini memungkinkan ikut menikmati kenaikan lanjutan yang didorong laporan laba (earnings) yang kuat.
Prospek suku bunga “lebih tinggi lebih lama” membuat kami berhati-hati pada pendapatan tetap (fixed income, instrumen seperti obligasi yang memberi kupon/bunga). Kami mempertimbangkan opsi jual (put options, kontrak derivatif yang memberi hak untuk menjual aset pada harga tertentu) pada kontrak berjangka Treasury (Treasury futures, kontrak berjangka atas obligasi pemerintah AS) sebagai lindung nilai (hedge, perlindungan risiko) atau spekulasi bila imbal hasil (yield, tingkat pengembalian obligasi) tenor 10 tahun naik lagi menuju 4,5%. Ini mirip periode sebelumnya ketika data ekonomi yang kuat membuat pasar obligasi cepat menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.
Tarik-menarik antara ekonomi yang kuat dan The Fed yang ketat bisa memicu pergerakan pasar yang tidak stabil (choppiness, naik-turun tajam tanpa arah jelas) dalam beberapa pekan mendatang. Kami melihat opsi beli VIX (VIX call options; VIX adalah indeks volatilitas yang sering disebut “pengukur ketakutan” pasar) sebagai cara relatif murah untuk melindungi posisi beli (long positions, posisi yang diuntungkan jika harga naik) dari potensi aksi jual. Kejutan sikap lebih ketat dari The Fed pada rapat berikutnya bisa membuat volatilitas melonjak dari level rendah saat ini.