Bank of England mempertahankan suku bunga acuan (base rate/suku bunga utama) di 3,75% pada April. Keputusan ini dikaitkan dengan krisis Timur Tengah yang berlanjut dan dampaknya terhadap perkiraan arah kebijakan.
ING kini memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga pada Juni, setelah sebelumnya memproyeksikan suku bunga tidak berubah tahun ini. Kenaikan Juni disebut sebagai skenario utama, namun belum pasti.
Market Pricing And Policy Signaling
Gubernur Andrew Bailey mengatakan pasar sudah terlalu jauh “mematok harga” kenaikan suku bunga. Dalam istilah pasar, “market pricing” berarti harga instrumen keuangan sudah mencerminkan perkiraan pelaku pasar tentang level suku bunga di masa depan. Ia juga menyebut keputusan menahan suku bunga (bukan memangkas seperti yang mungkin terjadi sebelum perang) sebagai langkah yang memperketat kebijakan, karena menahan suku bunga tetap tinggi menjaga kondisi kredit tetap ketat.
ING memperkirakan inflasi Inggris mencapai puncak sedikit di atas 4% tahun ini. ING tidak memperkirakan inflasi berubah menjadi lonjakan berkepanjangan seperti 2022.
Trading Implications For 2026
Hari ini, 30 April 2026, situasinya mirip, dengan suku bunga kini 4,0% dan pasar kembali mematok setidaknya dua kenaikan lagi tahun ini. Data terbaru ONS (Office for National Statistics/Badan Statistik Nasional Inggris) menunjukkan inflasi CPI headline (inflasi utama/angka inflasi keseluruhan) masih “lengket” di 3,8%, artinya turun sangat lambat dan sulit kembali ke target. Tekanan terhadap bank sentral jelas.
Trader derivatif (produk turunan, yaitu kontrak keuangan yang nilainya mengikuti aset acuan seperti suku bunga) perlu mempertimbangkan posisi untuk skenario di mana Bank of England tidak seagresif perkiraan pasar. Ini dapat dilakukan dengan menjual call options out-of-the-money (opsi beli yang harga patokannya di atas harga pasar saat ini, sehingga belum “menguntungkan” jika langsung dieksekusi) pada futures SONIA. SONIA (Sterling Overnight Index Average) adalah suku bunga acuan transaksi pinjam-meminjam semalam dalam poundsterling, dan futures SONIA adalah kontrak yang mencerminkan ekspektasi suku bunga jangka pendek ke depan. Strategi ini untung jika suku bunga naik lebih kecil dari yang sudah diperkirakan pasar.
Strategi lain adalah melihat volatilitas (tingkat naik-turun harga). Melihat pola kecemasan pasar yang berulang namun bank sentral cenderung sabar, implied volatility (perkiraan volatilitas yang tercermin di harga opsi) pada opsi suku bunga jangka pendek bisa terlalu tinggi. Menjual strangle (strategi menjual opsi call dan put sekaligus di level harga patokan yang berbeda) pada short-sterling futures (kontrak berjangka suku bunga jangka pendek berbasis poundsterling) bisa dimanfaatkan jika bank sentral akhirnya memilih menahan suku bunga selama musim panas, sehingga kepanikan pasar mereda.
Kita juga perlu memantau data upah, karena pertumbuhan gaji tahunan masih kuat di 5,5%, yang menjadi perhatian utama anggota komite bank sentral. Upah yang sulit turun ini mendorong pasar bertaruh pada kenaikan suku bunga. Namun, bank sentral kemungkinan akan lebih fokus mendinginkan permintaan tanpa memicu resesi dalam.
Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.