Peter Kazimir, anggota Dewan Gubernur ECB dan Gubernur bank sentral Slovakia, mengatakan kenaikan suku bunga kecil diperlukan, menurut Bloomberg. Ia juga memperingatkan perang Iran masih bisa menekan pertumbuhan global.
EUR/USD naik 0,1% mendekati 1,1700 pada perdagangan Eropa Jumat. Kenaikan ini terkait pelemahan ringan Dolar AS.
Peran dan Mandat Bank Sentral Eropa (ECB)
Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) berbasis di Frankfurt dan menetapkan suku bunga untuk Zona Euro. Tugas utamanya menjaga stabilitas harga, dengan target inflasi sekitar 2%.
ECB terutama memakai suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Suku bunga lebih tinggi sering mendukung Euro. Kebijakan ditetapkan Dewan Gubernur dalam delapan rapat setiap tahun.
Quantitative easing (pelonggaran kuantitatif/QE) adalah langkah bank sentral “menciptakan” uang Euro untuk membeli aset seperti obligasi pemerintah atau obligasi perusahaan (surat utang). Langkah ini biasanya melemahkan Euro karena jumlah uang beredar bertambah dan imbal hasil obligasi turun. ECB memakai QE pada 2009-11, 2015, dan saat pandemi Covid.
Quantitative tightening (pengetatan kuantitatif/QT) adalah kebalikannya: ECB menghentikan pembelian obligasi baru dan tidak lagi menanamkan kembali dana dari obligasi yang jatuh tempo. QT biasanya mendukung Euro karena likuiditas (ketersediaan uang di pasar) berkurang.
Implikasi Pasar dan Rencana Transaksi
Komentar pertengahan 2025 ini memberi sinyal arah langkah ECB pada akhir tahun tersebut. ECB memang menaikkan suku bunga tipis pada September 2025 untuk menahan inflasi. Keputusan itu terjadi saat ketidakpastian geopolitik membuat harga energi naik-turun hingga akhir tahun.
Kini, akhir April 2026, situasinya sulit karena inflasi tetap tinggi, terakhir 2,8% di Zona Euro. Ini masih di atas target 2% ECB, sehingga peluang kenaikan suku bunga kembali terbuka. Namun, data terbaru menunjukkan produksi industri Jerman datar pada kuartal pertama, menandakan ekonomi tertekan oleh suku bunga tinggi.
Ketidakpastian ini mendorong kenaikan implied volatility (perkiraan volatilitas dari harga opsi, yang mencerminkan ekspektasi pasar atas besar kecilnya pergerakan harga) pada opsi Euro. Dengan CBOE EuroCurrency Volatility Index (EVZ)—indeks yang mengukur volatilitas tersirat untuk Euro—naik hampir 15% dalam sebulan terakhir, muncul peluang membeli straddle atau strangle pada EUR/USD. Straddle adalah strategi membeli opsi beli (call) dan opsi jual (put) pada harga kesepakatan yang sama, sedangkan strangle membeli call dan put dengan harga kesepakatan berbeda. Keduanya bisa untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah, yang dinilai mungkin setelah rapat ECB berikutnya.
Bagi pelaku pasar derivatif suku bunga (instrumen turunan, nilainya mengikuti pergerakan suku bunga), pasar kontrak berjangka (futures) saat ini memperkirakan peluang sekitar 40% untuk kenaikan 25 basis poin hingga Juli. Basis poin adalah 0,01%, sehingga 25 basis poin sama dengan 0,25%. Perbedaan ekspektasi ini membuat posisi di kontrak berjangka suku bunga jangka pendek—seperti kontrak Euribor tiga bulan (patokan suku bunga pinjaman antarbank di Zona Euro)—bisa menjadi langkah taktis. Pernyataan ECB yang lebih hawkish (cenderung mendukung pengetatan, seperti kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi) dapat memicu repricing cepat, yaitu penyesuaian harga pasar secara mendadak.