Lee Hardman dari MUFG: Dolar Melemah; DXY Dekati 98 seiring pasar memperkirakan ketegangan Timur Tengah mereda

    by VT Markets
    /
    Apr 21, 2026

    Dolar AS turun kembali setelah sempat menguat, dengan Indeks Dolar AS (DXY) bergerak ke arah 98.000. Pergerakan ini terjadi karena pasar memperkirakan konflik di Timur Tengah akan semakin mereda.

    Baru-baru ini ada beberapa insiden, termasuk Iran menembaki kapal di Selat Hormuz dan AS mengambil alih sebuah kapal Iran. Meski begitu, ekspektasi pasar tetap mengarah pada meredanya ketegangan, sehingga kenaikan dolar menjadi terbatas.

    Fokus Pasar Beralih ke Meredanya Ketegangan

    Bloomberg melaporkan ada peluang besar tercapainya kesepakatan dalam beberapa hari ke depan yang dapat mengakhiri perang. Laporan itu juga menyebut pembicaraan lanjutan masih mungkin diperlukan untuk membahas isu nuklir dan militer, menurut para pejabat.

    Dengan dolar sudah diperdagangkan dekat level sebelum konflik akhir Februari, kesepakatan mungkin tidak memicu aksi jual tajam lagi. Pasar juga memantau seberapa cepat lalu lintas kapal di Selat Hormuz kembali normal untuk mengurangi pembatasan pasokan energi global.

    Tulisan ini dibuat menggunakan alat AI dan ditinjau oleh editor. Disusun oleh Tim FXStreet Insights.

    Kita bisa melihat bagaimana dolar AS bereaksi terhadap ketegangan Timur Tengah pada awal 2025, ketika indeks DXY cepat menghapus penguatannya karena pasar “memasukkan” (priced in) skenario meredanya ketegangan. Peristiwa itu menunjukkan reli dolar sebagai aset aman (safe haven, yaitu aset yang biasanya diburu saat risiko global naik) bisa sangat singkat jika jalur diplomasi masih terbuka. Kembalinya DXY ke level 98,00 saat itu menunjukkan pasar cepat meninggalkan isu tersebut ketika ancaman langsung terhadap pasokan energi mereda.

    Strategi Opsi Saat Volatilitas Lebih Rendah

    Hari ini situasinya berbeda, dengan indeks dolar diperdagangkan lebih kuat di sekitar 105,50, lebih banyak didorong oleh selisih suku bunga (interest rate differentials, yaitu perbedaan tingkat bunga antarnegara yang memengaruhi arus dana) ketimbang permintaan aset aman. Jika melihat ke belakang, normalisasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz setelah kesepakatan 2025 berlangsung cepat, dan pola itu relevan untuk kondisi sekarang. Ini terlihat pada data terbaru: laporan maritim Maret 2026 menunjukkan volume pelayaran melalui selat naik 4% dibanding setahun sebelumnya (year-over-year/YoY), menandakan kepercayaan penuh terhadap stabilitas kawasan.

    Ini mengindikasikan bahwa membeli opsi call dolar (kontrak derivatif/produk turunan yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli dolar pada harga tertentu) hanya sebagai lindung nilai (hedge, yaitu strategi untuk mengurangi risiko) terhadap gangguan geopolitik baru mungkin kurang efektif, karena premi (biaya opsi) dapat cepat hilang. Pelajaran tahun lalu: pasar bisa lebih cepat “menjual rumor perdamaian” daripada “membeli rumor perang”. Karena itu, trader dapat mempertimbangkan menjual volatilitas dolar berjangka pendek (short-dated dollar volatility, yaitu mengambil posisi yang diuntungkan jika gejolak harga turun) saat ketegangan naik, dengan harapan harga kembali ke rata-rata (mean reversion, yaitu kecenderungan harga kembali ke kisaran normal).

    Harga minyak WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) juga menunjukkan pola ini, stabil dalam kisaran sempit di sekitar US$85 per barel untuk sebagian besar tahun ini, berbeda dengan lonjakan tajam saat insiden 2025. Stabilitas pasar energi ini mengurangi daya tarik dolar sebagai lindung nilai geopolitik utama. Karena itu, strategi derivatif sebaiknya lebih fokus pada rilis data ekonomi yang memengaruhi kebijakan Federal Reserve (bank sentral AS), bukan sekadar tajuk berita dari Timur Tengah.

    Dengan indeks VIX (ukuran “indeks ketakutan” pasar saham AS yang mencerminkan perkiraan volatilitas) saat ini rendah di sekitar 14, volatilitas tersirat (implied volatility, yaitu perkiraan gejolak yang tercermin dalam harga opsi) pada opsi mata uang relatif rendah dibanding puncak tahun lalu. Kondisi ini membuat biaya untuk mengambil posisi tren jangka lebih panjang lebih murah dibanding terus bereaksi terhadap berita jangka pendek. Opsi sebaiknya digunakan untuk mengambil posisi atas perubahan ekspektasi suku bunga, karena itu menjadi penggerak utama valuasi dolar dalam situasi sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code